
Penulis: Masrul Fajrin
TVRINews, Surabaya
Gelora Bung Tomo (GBT) pada Sabtu, 14 Februari 2026, dipenuhi euforia pertandingan sengit antara Persebaya Surabaya dan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Namun, di balik sorak-sorai suporter, ada pemandangan yang berbeda dan mengharukan.
Ribuan Bonek dan Bonita sapaan akrab suporter Persebaya datang ke stadion bukan hanya dengan atribut tim kesayangan, tetapi juga membawa buku, pensil, dan berbagai perlengkapan sekolah lainnya. Mereka berpartisipasi dalam kampanye donasi yang digelar oleh manajemen Persebaya sebagai wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan, khususnya untuk anak-anak di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Media Officer Persebaya Surabaya, Jonathan Yohvinno, atau yang akrab disapa Vino, menjelaskan bahwa aksi sosial ini bertujuan memanfaatkan momen pertandingan untuk berbagi. Dua titik pengumpulan telah disiapkan di Gate 2 dan Gate 15, memudahkan para suporter untuk memberikan sumbangan mereka.
“Ini adalah aksi donasi berupa buku, alat tulis, dan perlengkapan sekolah lainnya. Kami siapkan dua posko pengumpulan di Gate 2 dan 15 untuk memudahkan suporter yang ingin berkontribusi,” ujar Vino di sela-sela acara.
Sejak pintu stadion dibuka, antusiasme suporter terlihat jelas. Baik anak-anak maupun orang dewasa membawa berbagai macam barang untuk disumbangkan. Ada yang menyerahkan setumpuk buku tulis, tempat pensil, bolpoin, penggaris, hingga tas sekolah baru. Kampanye ini telah digencarkan melalui media sosial, dengan video yang menggugah hati suporter untuk turut serta dalam aksi sosial tersebut.
Bonek tak hanya mendukung tim kesayangan di lapangan, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap sesama dengan membawa barang-barang yang akan sangat bermanfaat bagi anak-anak yang membutuhkan.
Andika, salah satu suporter yang berpartisipasi dalam aksi donasi, mengungkapkan alasan di balik niatnya untuk menyumbangkan alat tulis. Ia merasa terpanggil setelah melihat ajakan di media sosial.
"Saya berharap donasi ini bisa membantu anak-anak yang kurang mampu, terutama agar mereka bisa sekolah dengan perlengkapan yang layak. Semoga kejadian memilukan yang terjadi di NTT tidak terulang lagi,” ujar Andika saat menyerahkan sumbangannya.
Vino menambahkan, selain suporter yang hadir di stadion, manajemen Persebaya juga membuka peluang bagi pihak luar stadion untuk turut serta dalam aksi donasi. Seluruh barang yang terkumpul akan disalurkan ke sekolah-sekolah yang membutuhkan, baik di Surabaya maupun daerah lain. Penyaluran akan disesuaikan dengan jumlah donasi dan kebutuhan yang ada di masing-masing wilayah.
Tidak hanya suporter, para pemain Persebaya juga menunjukkan dukungan penuh terhadap aksi ini. Meskipun sedang fokus bertanding, para penggawa tim rencananya juga akan berpartisipasi dalam donasi. Bentuk donasi dari pemain akan disesuaikan dengan kebutuhan yang paling mendesak.
"Pemain akan turut berpartisipasi juga. Kami akan koordinasikan bentuk donasi mereka, melihat kebutuhan yang paling dibutuhkan,” jelas Vino.
Aksi sosial ini membuktikan bahwa solidaritas tidak hanya datang dari suporter, tetapi juga melibatkan seluruh keluarga besar Persebaya, termasuk pemain dan manajemen. Ini adalah bentuk nyata dari semangat berbagi yang bisa memberikan manfaat lebih bagi sesama, di luar lapangan.
Dengan harapan, donasi yang terkumpul dapat membawa perubahan dan membantu anak-anak yang membutuhkan pendidikan di seluruh Indonesia, terutama di NTT yang tengah mengalami kesulitan dalam akses pendidikan.
Editor: Redaktur TVRINews
