
Penulis: Masrul Fajrin
TVRINews, Surabaya
Diklat petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya tahun 2026 resmi dibuka di gedung Musdalifah Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Kamis, 5 Februari 2026. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Republik Indonesia, Puji Raharjo, bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Puji Raharjo menjelaskan pola pembekalan petugas haji tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pelatihan tidak hanya berupa bimbingan teknis, tetapi pendidikan dan pelatihan intensif selama sepuluh hari.
Dalam diklat ini, para ketua kloter dan petugas kloter dibekali berbagai kemampuan penting, mulai dari kedisiplinan, pemahaman fungsi dan tugas, koordinasi, hingga simulasi pelayanan jamaah di lapangan. Transformasi ini bertujuan membangun sistem kerja yang rapi, terorganisir, dan memiliki garis komando jelas.
"Pembekalan petugas haji tahun ini tidak lagi sebatas bimtek, tetapi sudah berbentuk diklat yang lebih sistematis. Tujuannya agar petugas benar-benar siap secara mental, kompetensi, dan koordinasi di lapangan," kata Puji Raharjo.
Ia menambahkan, petugas haji di Jawa Timur telah memenuhi kriteria yang ditentukan Kemenhaj. Jika terdapat hal yang tidak sesuai, petugas bisa dicoret. "Kalau yang sekarang (di Surabaya) belum ada," jelasnya.
Di tingkat pusat, Puji menyebut ada 13 petugas haji yang dipulangkan karena alasan kesehatan, disiplin, dan alasan lain. “Kemarin yang di PPIH Pusat itu ada 13 orang yang dipulangkan karena alasan kesehatan, alasan disiplin, dan alasan lain," tambahnya.
Diklat petugas haji di Asrama Haji Surabaya berlangsung selama 10 hari. Selama pelatihan, peserta dibekali keterampilan untuk melayani Jemaah Calon Haji (JCH) di Tanah Suci, termasuk disiplin, fungsi tugas, koordinasi, dan simulasi di lapangan.
Kegiatan ini juga dihadiri Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur, Moh. As’adul Anam. Diklat ditargetkan mempersiapkan petugas haji yang siap melayani sekitar 42 ribu jamaah haji asal Jawa Timur.
Editor: Redaktur TVRINews
