
Penulis: Suwandika Ananto
TVRINews, Bangka Selatan
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus mematangkan berbagai langkah persiapan guna menghadapi fenomena alam El Nino Godzilla yang diprediksi terjadi pada periode April hingga Oktober 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk mencegah penurunan produksi padi di daerah tersebut akibat ancaman kekeringan yang melanda lahan pertanian.
Berdasarkan pemetaan sementara, dari total 14.900 hektare luasan sawah yang ada di Bangka Selatan, tercatat kurang lebih 1.800 hektare di antaranya berpotensi besar terdampak kekeringan pada tahun ini.
"Luasan lahan yang berpotensi terdampak kekeringan berkisar antara 1.500 hingga 1.800 hektare. Perlu digarisbawahi bahwa terdampak di sini bukan berarti gagal panen, melainkan mengalami penurunan ketersediaan air akibat kemarau," kata Kabid Sarana Prasarana Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Bangka Selatan, Johanes Sihombing, Selasa, 21 April 2026.
Wilayah yang dinilai rawan tersebut tersebar di beberapa lokasi strategis, meliputi Desa Rias, Desa Serdang, Desa Batu Betumpang, hingga Desa Bukit Terap. Pemerintah daerah kini mulai fokus memperkuat sisi sarana dan prasarana di titik-titik tersebut.
Pemerintah telah menyiapkan strategi pemanfaatan air permukaan melalui optimalisasi sistem pompanisasi. Selain itu, langkah strategis lainnya mencakup pengusulan pembangunan sumur bor di lahan pertanian serta pengaturan pola tanam yang lebih efisien. Upaya ini dilakukan agar ketersediaan air bagi tanaman padi tetap terjaga meskipun debit air mulai berkurang.
"Untuk mengantisipasinya, kami telah menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari pemanfaatan air permukaan melalui sistem pompanisasi hingga pengaturan pola tanam, agar tanaman padi lebih tahan saat memasuki puncak musim kemarau nanti," ujarnya.
Terkait kondisi ini, pemerintah menyarankan kepada para petani yang telah memasuki musim tanam kedua untuk segera melakukan percepatan tanam sebelum musim kemarau mencapai puncaknya. Percepatan ini dinilai krusial guna meminimalisir potensi kerugian akibat penurunan hasil panen yang disebabkan oleh kekurangan pasokan air.
Melalui persiapan matang tersebut, diharapkan ketahanan pangan di Kabupaten Bangka Selatan tetap terjaga di tengah tantangan fenomena El Nino.
Editor: Redaktur TVRINews
