Penulis: muhtarom
TVRINews, Pemalang
Tiga pekan usai diterjang bencana banjir bandang, kegiatan ekonomi warga Dusun Sawangan, Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, dilaporkan masih lumpuh. Sawah dan ladang milik warga mengalami kerusakan parah akibat terjangan air dan material, yang menyebabkan seluruh tanaman sayuran gagal panen.
Kondisi ini membuat warga setempat kesulitan untuk kembali beraktivitas secara normal. Rehatun, salah seorang warga Dusun Sawangan, menuturkan bahwa saat ini masyarakat masih sangat bergantung pada uluran bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Warga belum bisa bekerja, masih mengandalkan bantuan, yang dibutuhkan sembako. Sekarang menunggu suasana kembali normal. Lahan pertanian rusak diterjang banjir bandang. Ada yang kerja (di ladang) tapi masih trauma, saat mendung langsung pulang," terang Rehatun pada Senin, 9 Februari 2026.
Kepala Desa Penakir, Agus Riyadi, menegaskan bahwa kondisi ekonomi maupun mental warganya belum pulih sepenuhnya. Selain faktor kerusakan lahan, rasa trauma akibat bencana besar tersebut masih menghantui para petani.
"Ya sebagian ada yang kerja, sebagian ada yang tidak, karena lahan mereka juga ada yang hilang, Pak, tergerus air banjir bandang kemarin," ujar Agus.
Hingga saat ini, dukungan dari berbagai elemen masyarakat masih terus mengalir untuk membantu warga melewati masa pemulihan. Berbagai relawan dan komunitas terpantau masih bertahan di lokasi bencana guna membantu pembersihan material di rumah warga serta fasilitas umum.
Koordinator Komunitas Matahari Pagi Indonesia (MPI), Ali Khamdi, yang datang langsung dari Semarang, menyerahkan bantuan berupa beras, perlengkapan ibadah, hingga seragam sekolah. Bantuan ini difokuskan untuk meringankan beban warga di Dusun Sawangan yang terdampak paling parah.
"Kami melihat warga di Desa Penakir ini belum bisa bekerja dan berkatifitas, kami dari Matahari Pagi Indonesia membantu meringankan beban masyarakat di dukuh Sawangan, sesuai pesan Presiden Prabowo Subiyanto yaitu masyarakat membantu masyarakat," kata Ali Khamdi di sela pemberian bantuan.
Ali menambahkan bahwa kehadiran organisasinya bertujuan menjadi saluran manfaat bagi masyarakat yang tertimpa musibah. Meskipun saat ini seluruh warga yang sempat mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing, pemulihan ekonomi dan penanganan trauma psikologis masih menjadi tantangan utama bagi Desa Penakir.
Editor: Redaktur TVRINews
