
Warga Ujung Baru Keluhkan Abrasi Pantai yang Terus Menerjang Pesisir Kabupaten Pinrang
Penulis: Asnadi Kalla
TVRINews, Pinrang
Fenomena abrasi pantai yang terus terjadi di pesisir Dusun Ujung Baru, Kelurahan Data, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, semakin mengkhawatirkan.
Selama sepuluh tahun terakhir, lebih dari satu kilometer daratan pesisir pantai telah hilang terkikis ombak laut, menyebabkan warga terpaksa pindah atau merelokasi rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman.
Syafiin Made Ali, salah satu warga Ujung Baru, menjelaskan bahwa abrasi pantai yang semakin parah telah mengancam keberadaan rumah-rumah warga.
Puluhan rumah dari beberapa kepala keluarga terancam roboh akibat terus-menerus terkikisnya daratan oleh ombak laut. Beberapa warga terpaksa pindah ke rumah keluarga demi keselamatan mereka.
"Kami terpaksa pindah secara mandiri ke rumah keluarga karena kondisi rumah terus mengalami kemiringan dan terancam roboh," ujar Syafiin, menggambarkan kondisi yang semakin memburuk akibat abrasi pantai.
Meski sudah beberapa kali disampaikan oleh pihak pemerintah kelurahan dan kecamatan, penanganan terhadap abrasi pantai di Kampung Ujung Baru belum terealisasi.
Pemerintah Kabupaten Pinrang kesulitan menganggarkan pembangunan tanggul penahan ombak sepanjang 80 meter di pesisir pantai yang terus terkikis.
"Abrasi terus meluas, tetapi penanganannya belum dapat direalisasikan karena terbatasnya anggaran," tambahnya.
Menjelang akhir tahun dan memasuki awal tahun, warga Kampung Ujung Baru selalu berjaga-jaga pada malam hari ketika cuaca buruk datang, dengan ombak tinggi dan angin kencang yang memperparah abrasi.
Kondisi ini juga merusak ratusan hektar tambak ikan milik warga dan semakin mendekati Jalan Benton, yang menghubungkan antar desa.
Warga berharap perhatian dari Pemerintah Pusat pada tahun 2025 untuk mengatasi masalah abrasi pantai yang kian parah ini.
"Luasan area yang terdampak abrasi sudah mencapai satu kilometer dari sebelumnya yang sekitar satu setengah kilometer. Sampai sekarang, belum ada upaya nyata dari pihak terkait untuk mengatasi masalah ini," ujar warga setempat, mengungkapkan harapannya agar masalah ini mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Dengan semakin meluasnya abrasi pantai yang mengancam rumah warga dan tambak ikan, serta kerusakan yang ditimbulkan, warga setempat berharap agar masalah ini menjadi prioritas penanganan di masa depan.
Editor: Redaktur TVRINews
