
Penulis: Meli
TVRINews, Kendari
Penyelenggara perjalanan haji dan umrah di Sulawesi Tenggara diingatkan agar bertanggung jawab penuh terhadap jemaah, terutama di tengah dinamika regulasi dan kendala teknis keberangkatan yang kerap terjadi.
Imbauan ini disampaikan menyusul sejumlah kasus viral penyelenggaraan umrah yang menimbulkan kerugian bagi jemaah dalam beberapa waktu terakhir.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia Sulawesi Tenggara, Muhammad Lalan Jaya, dalam forum silaturahmi penyelenggaraan haji dan umrah yang digelar Dewan Pimpinan Daerah Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia Sulawesi Tenggara di Kota Kendari, Rabu kemarin.
Dalam kesempatan itu, Lalan Jaya menegaskan bahwa setiap penyelenggara wajib memberikan kejelasan kepada jemaah apabila terjadi kendala, baik terkait tiket, jadwal keberangkatan, maupun persoalan teknis lainnya.
“Setiap penyelenggara haji dan umrah wajib memberikan kejelasan kepada jemaah apabila terjadi kendala, termasuk persoalan tiket maupun jadwal keberangkatan. Prinsip utama dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah adalah tanggung jawab serta kemampuan menghadirkan solusi atas setiap persoalan yang muncul,” tegasnya.
Ia juga mendorong para penyelenggara agar aktif memitigasi potensi permasalahan serta mengedukasi masyarakat mengenai prosedur pelaksanaan ibadah umrah dan haji khusus.
Edukasi tersebut dinilai penting agar calon jemaah memahami hak dan kewajiban sebelum berangkat, sekaligus menghindari kesalahpahaman di kemudian hari.
Sementara itu, Ketua DPD Kesthuri Sultra, Rahman Rahim, menyampaikan bahwa forum silaturahmi ini menjadi ajang konsolidasi antara asosiasi, pelaku usaha travel, dan instansi terkait.
“Penyelenggaraan ibadah haji dan umrah adalah proses yang kompleks. Dibutuhkan kerja sama semua pihak, bukan hanya travel atau asosiasi, tetapi juga dukungan instansi dan para pemangku kepentingan lainnya,” ujarnya.
Rahman menambahkan, seluruh penyelenggara perjalanan haji dan umrah harus bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan regulasi yang berlaku.
Kepatuhan terhadap aturan menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi jemaah.
Melalui forum tersebut, asosiasi dan pemerintah sepakat memperkuat sinergi untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta memastikan jemaah haji dan umrah di Sulawesi Tenggara mendapatkan perlindungan dan kepastian layanan yang lebih baik.
Editor: Redaktur TVRINews
