
Penulis: Ibnu Sina
TVRINews, Kalimantan Selatan
Sejumlah jemaah umrah asal Kabupaten Tapin hingga kini belum dapat kembali ke Tanah Air sejak akhir Februari 2026. Penundaan kepulangan ini terjadi akibat penutupan sejumlah bandara di Arab Saudi yang dipicu situasi konflik geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah.
Para jemaah untuk sementara diinapkan di salah satu hotel di Makkah sambil menunggu kondisi penerbangan kembali normal. Biaya penginapan tersebut disebut ditanggung oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
Salah seorang jemaah umrah asal Tapin, H. Zulkifli, saat dihubungi melalui panggilan video mengatakan seharusnya ia bersama rombongannya sudah kembali ke Indonesia pada 28 Februari 2026.
Namun, saat tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, penerbangan mereka secara mendadak dibatalkan sehingga seluruh jemaah diminta kembali ke hotel untuk menunggu informasi lebih lanjut.
“Tidak hanya rombongan kami, tetapi juga banyak rombongan jemaah dari Indonesia lainnya. Bahkan dari Dubai dan berbagai negara lain juga terdampak karena saat itu bandara ditutup. Kami kemudian diinapkan lagi di salah satu hotel di kawasan Ajijiah, yakni Hotel Aljabeer, dan semuanya ditanggung kementerian,” ujar Zulkifli, dikutip Jumat, 6 Maret 2026.
Sementara itu, keluarga jemaah di Tanah Air mengaku khawatir dengan kondisi kerabat mereka yang masih berada di Arab Saudi.
Salah satu keluarga jemaah, Syafruddin, mengatakan awalnya keberangkatan umrah tersebut dijadwalkan hanya sekitar 10 hari.
“Berangkatnya hanya sekitar 10 hari, kalau dengan perjalanan totalnya sekitar 12 hari. Namun karena dampak situasi ini akhirnya jadwal kepulangan terundur. Kami sebagai keluarga tentu cukup terkejut. Mudah-mudahan konflik ini segera selesai sehingga keluarga kami bisa kembali ke Indonesia,” ujarnya.
Berdasarkan informasi dari para jemaah, warga negara Indonesia yang masih berada di Arab Saudi saat ini telah ditempatkan di sejumlah hotel dan penginapan dengan fasilitas makan yang memadai.
Untuk kepulangan ke Indonesia, para jemaah dijadwalkan akan dipulangkan secara bertahap mulai 8 Maret 2026. Namun, para jemaah disebut perlu menambah biaya tiket pesawat sekitar Rp3 juta per orang untuk keberangkatan tersebut.
Editor: Redaktur TVRINews
