Penulis: Hari Sukemi
TVRINews, Jombang
Indonesia merupakan negara dengan mayoritas Islam terbesar di dunia. Salah satunya di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Sejak zaman penjajahan Kolonial Belanda, para mubaligh sudah berjuang untuk menyebarkan ajaran agama Islam di wilayah Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Salah satu bukti sejarah peradaban Islam di Kabupaten Jombang ialah Masjid Panggung. Masjid kuno dengan bangunan yang sederhana ini, memiliki semi bangunan permanen.
Selain itu, ‘Masjid Panggung’ yang memiliki bangunan dua lantai ini berdiri di pinggir sungai Berantas membelah kawasan Utara Jombang. Tepatnya di Desa Rejoagung Kecamatan Ploso, Jombang. Tak hanya itu, bangunan tersebut sudah berusia 134 tahun.
Baca Juga: Keren! Siswa SMK PGRI 1 Gresik Buat Mobil Listrik, Mampu Melaju Hingga 50 Km per Jam
Juru Kunci Masjid Panggung, Ainur Rofiq menerangkan jika ‘Masjid Panggung’ tersebut merupakan bukti penyebaran agama Islam di Jombang
“Masjid Panggung ini menjadi bukti penyebaran agama Islam pada akhir abad 18. Bangunan permanen ini terbuat dari papa kayu jati, masih asli. Pintu masuk berbeda dari masjid pada umumnya,” terang Ainur kepada tvrinews.com, Minggu, 17 Maret 2024.
Selain itu, Ainur juga menerangkan hingga saat ini bangunan ‘Masjid Panggung’ belum dilakukan pemugaran.
“Masjid ini juga memiliki empat pintu serta satu jendela, tampak sangat sederhana. Namun, cerita dibalik berdirinya rumah ibadah ini sangat besar dan penuh makna sebagai sebuah sejarah yang harus diketahui generasi ke generasi,” kata dia.
“Tampak di dalam di ruang utama untuk salat ini, sedikit diperbaharui karena termakan usia. Masjid ini diperkirakan dibangun pada tahun 1890 silam. Bagian lantai dari bahan keramik tua dan seluruh ruangan hanya memiliki lebar enam meter dan panjang sembilan meter,” sambungnya.
Ainur menuturkan tempat peribadahan ini merupakan satu-satunya tempat yang pernah difungsikan sebagai media pendidikan dan penyebaran agama Islam pada kependudukan Kolonial Belanda.
Baca Juga: Polisi Laut Selayar Amankan 2.5 ton Pupuk Ilegal, Diduga Bahan Baku Bom Ikan
"Dahulu masjid ini dipakai para penganut Tarekat Naqsabandiyah melakukan segala aktivitasnya. Di lantai dua dipakai sebagai tempat khusus para penganut Tarekat menggelar rapat,” ungkap Ainur Rofiq.
Karena usianya sudah memasuki 134 tahun, masjid yang didirikan oleh saudagar di Jombang ini. Kini, ‘Masjid Panggung’ hanya difungsikan sebagai tempat salat Jumat dan tadarus saja. Sebab pengikut Tarekat Naqsabandiyah sudah berkurang signifikan sejak tahun 1970 silam.
Editor: Redaktur TVRINews
