Penulis: Muh Imran
TVRINews, Gowa
Seorang warga bernama Ariani di Kelurahan Pangkabinanga, Kecamatan Palangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan mampu mengolah ikan tuna segar menjadi produk olahan abon ikan.
Ariani sendiri telah menekuni usaha olahan lautnya sejak tahun 2021. Idenya terpikir saat mengunjungi sejumlah bandar ikan yang berada di kabupaten Takalar dan Kota Makassar.
Melihat banyaknya ikan terutama ikan Tuna, idenya tersebut muncul untuk dapat mengolahnya kembali menjadi abon.
Sebelum turun menjadi pengusaha, Ariani sendiri merupakan bidan desa Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Bulukumba. Namun, karena ia lebih tertarik untuk mendirikan usaha sendiri, ia rela berhenti menjadi PNS padahal masa pensiunnya masih ada 10 tahun.
Kepada wartawan, ia mengaku usahanya tersebut tak lepas dari dorongan dan dukungan sang suami untuk mengolah olahan laut.
Awal ia memulai usahanya tersebut, ia mengeluarkan modal usaha Rp10 juta. Modal tersebut didapatkan dari suaminya dan sebagian dari bantuan pemerintah melalui BUMN.
"Awalnya saya mengeluarkan modal usaha itu pak sekitar Rp10 jutaan membeli alat dan bahan untuk membuat abon ikan," kata Ariani kepada wartawan, Rabu, 18 Oktober 2023.
Ariani kemudian percaya diri mengolah ikan Tuna menjadi abon. Dengan bantuan Sembilan orang karyawannya, ia mampu menghasilkan satu hingga empat ton abon ikan dalam seminggu.
"Awal usaha hingga saat ini, sudah sembilan orang karyawanku rata-rata tetangga dekat rumah, saya pekerjakan untuk membantu mengangkat derajat mereka dalam segi ekonomi," ucapnya.
Olahan abon ikannya tersebut ia jual dengan berbagai macam harga sesuai dengan ukuran. Untuk ukuran 100 gram, ia jual Rp25 ribu, ukuran 200 gram ia jual Rp35 ribu dan 1 kg ia jual Rp125 ribu.
Produknya tersebut telah ia pasarkan di pulau Sumatera, Kalimantan dan negara Arab Saudi meliriknya.
"Saya sudah jual ke Sumatera, Kalimantan dan Riyadh Arab Saudi juga sudah lirik olahan Abon ikan saya tapi terkendala diizin makanya tertunda dulu untuk pasarkan kesana," pungkasnya.
Sementara itu, salah satu pemberi modal usaha, Cecem Taufik mengatakan bahwa ia membantu dalam segi permodalan dan pemasaran.
"Jadi kami bantu dalam permodalan dan pemasaran. Kalau mereka sudah diberi modal, kami latih dulu dan bantu pasarkan produk mereka, setelah sukses baru kami lepaskan," ujarnya.
Dari kisah tersebut, bisa dijadikan contoh dan pelajaran hidup dengan melihat kegigihan dan pantang menyerah nilai terpenting dalam membangun suatu usaha.
Editor: Redaktur TVRINews
