
Ketua Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Nonato Da Purificacao Sarmento, sebagai narasumber, dan berlangsung di Media Center Bawaslu Flotim
Penulis: Ama Boro Huko
TVRINews, Flores Timur
Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Flores Timur (Bawaslu Flotim) menggelar kegiatan peningkatan kapasitas bagi jajaran pengawas pemilu. Kegiatan ini menghadirkan Ketua Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Nonato Da Purificacao Sarmento, sebagai narasumber, dan berlangsung di Media Center Bawaslu Flotim, Rabu, 22 April 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Nonato menekankan pentingnya analisis dan studi kasus terkait pelanggaran maupun sengketa pemilu dan pemilihan. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan daya kritis serta memperkuat kemampuan analisis hukum seluruh jajaran pengawas.
Ia juga mengingatkan bahwa masa non-tahapan pemilu harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat kapasitas kelembagaan.
Kemudian, Bawaslu di seluruh wilayah NTT, khususnya Flores Timur, didorong untuk terus menjalankan kegiatan edukatif secara kreatif dan inovatif.
Selain itu, seluruh jajaran pengawas diminta tidak hanya memahami aspek teknis, tetapi juga memperkuat kerja kolaboratif dengan berbagai pemangku kepentingan.
Upaya ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat agar lebih memahami hak sebagai warga negara sekaligus berperan sebagai agen demokrasi.

“Kita tidak saja memahami demokrasi prosedural, tetapi lebih dari itu pemahaman terhadap demokrasi subtansial di mana masyarakat mau untuk terlibat dan menjadi agen perubahan harus menjadi tujuan dari kerja-kerja kelembagaan kita,” ujar Mantan Komisioner Bawaslu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Lebih lanjut, Ketua Bawaslu NTT berharap tata kelola pemilu ke depan dapat disesuaikan dengan kondisi riil masing-masing daerah.
Menurutnya, pelaksanaan pemilu harus adaptif terhadap kondisi geografis di setiap wilayah.
“Hal ini berdampak juga pada Fleksibeliti Budgetting, karena yang kita tahu saat ini anggaran diatur masih berdasarkan darah tertentu. Padahal di masing-masing kita itu berbeda, contohnya ya Flores Timur, ini daerah kepulauan yang mesti juga menjadi perhitungan saat penetapan anggaran,” jelasnya.
Di akhir kegiatan, Nonato juga memberikan apresiasi terhadap kinerja Bawaslu Flores Timur, khususnya saat melakukan pengawasan di tengah bencana erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki sejak November 2024.
Ia menilai, di tengah keterbatasan regulasi, jajaran Bawaslu Flotim mampu menjalankan tugas pengawasan dengan baik.
Editor: Redaksi TVRINews
