
Penulis: Mubarak
TVRINews, Banjarmasin
Selama periode mudik Idulfitri 1447 Hijriah, tercatat sebanyak 51.224 penumpang datang dan berangkat melalui Bandara Internasional Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan.
Menariknya, puncak arus mudik yang sebelumnya diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026, justru terjadi lebih awal, yakni 14 Maret 2026. Pada hari tersebut, sebanyak 12.200 penumpang tercatat melakukan perjalanan, baik kedatangan maupun keberangkatan, dalam satu hari.
General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, menyebut pergeseran puncak arus mudik ini dipengaruhi oleh semakin banyaknya pemudik yang memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) sehingga memilih pulang lebih awal.

“Prediksi awal puncak pada 18 Maret, namun justru terjadi pada 14 Maret dengan sekitar 12.200 penumpang dalam satu hari. Hingga 18 Maret, jumlah penumpang masih di kisaran 10 ribu,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).
Sementara itu, seorang pemudik asal Balikpapan, Hendra, yang mudik ke Hulu Sungai Selatan, mengaku tidak mengalami kesulitan mendapatkan tiket pesawat karena telah melakukan pemesanan jauh hari sebelumnya, bahkan hingga tiga bulan sebelum keberangkatan.
“Karena difasilitasi perusahaan, tiket sudah dipesan tiga bulan sebelumnya, jadi tidak kesulitan saat musim mudik seperti sekarang,” ungkapnya.
Hingga kini, operasional bandara berjalan lancar dengan rata-rata 10.000 penumpang per hari. Pihak bandara terus bersiaga untuk memastikan pelayanan maksimal bagi para pemudik selama periode Lebaran.
Editor: Redaksi TVRINews
