
Penulis: Wahyu Hidayat
TVRINews, Surabaya
Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah titik di Kota Surabaya pada Minggu, 8 Februari 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi pengelolaan sampah di kota tersebut, yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan sistem pengelolaan sampah terbaik di Indonesia.
Salah satu lokasi yang dikunjungi oleh Menteri Hanif adalah Pasar Wonokromo, yang belakangan ini menjadi sorotan terkait masalah pengelolaan sampah perkotaan. Sidak ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan komitmen pemerintah dalam "perang melawan sampah."
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Hanif menilai bahwa pengelolaan sampah di Surabaya masih membutuhkan banyak perbaikan, meskipun kota ini telah meraih penghargaan Adipura dan dikenal dengan kebersihannya.
Menurut Hanif, hasil pengecekan lapangan menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara penilaian kebersihan kota dengan kondisi sebenarnya. Ia menyoroti masih banyaknya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar yang tersebar di beberapa titik kota.
“Secara keseluruhan, Surabaya memang dikenal sebagai kota yang bersih, namun setelah melakukan pengecekan langsung, banyak yang perlu dibenahi. Penilaian ini harus dikoreksi karena masih banyak TPS liar yang ditemukan,” ujar Hanif saat diwawancarai, Minggu (8/2/2026).
Selain Pasar Wonokromo, perhatian juga tertuju pada kawasan sepanjang sungai, area sekitar stasiun, serta beberapa ruas jalan protokol di kota ini. Menteri LH menambahkan, di beberapa lokasi tersebut masih ditemukan penimbunan sampah sementara yang tidak terkelola dengan baik, terutama di wilayah pinggiran kota.
Hanif menjelaskan bahwa sebelumnya Surabaya termasuk dalam tiga besar kota dengan pengelolaan sampah terbaik, dan menjadi prioritas pendampingan dari Kementerian Lingkungan Hidup. Namun, ia menegaskan bahwa pemberian penghargaan dan penilaian harus benar-benar mencerminkan kondisi yang ada di lapangan.
Ia juga menyoroti kondisi sungai dan saluran air di Surabaya yang masih dipenuhi sampah. Menurutnya, persoalan ini harus segera ditangani agar tidak berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Sungai-sungai di Surabaya masih dalam kondisi yang kurang baik, begitu juga dengan selokan-selokan yang masih penuh sampah. Kami berharap Pemerintah Kota Surabaya dapat lebih masif dalam menangani masalah sampah ini,” tegas Hanif.
Sebelum sidak di Surabaya, Menteri Hanif juga melakukan kunjungan serupa ke sejumlah kota lainnya, seperti Bontang, Balikpapan, dan Ciamis, yang juga memiliki nilai pengelolaan sampah yang tinggi. Menurut Hanif, pemerintah tidak akan ragu untuk menahan atau meninjau ulang penghargaan yang diberikan jika kondisi di lapangan belum sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Hanif menegaskan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup akan terus mendampingi pemerintah daerah dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah. Ia berharap Surabaya, sebagai kota metropolitan, dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Editor: Redaktur TVRINews
