
Parade Seribu Perahu dalam Deklarasi Suku Bajau Wakatobi
Penulis: Amran Mustar Ode
TVRINews, Wakatobi
Masyarakat Suku Bajau melakukan Deklarasi Perlindungan dan Pengelolaan Cagar Biosfer Wakatobi di Pelabuhan Pangulubelo, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan. Dalam deklarasi tersebut ditampilkan Parade Seribu Perahu, Tari Duata dan Pencak Silat Suku Bajau. Selain itu dilakukan pelepasan tukik, ikan dan lobster yang bertujuan untuk menjaga ekosistem laut.
Deklarasi ini diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Wakatobi.
“Melalui deklarasi ini, Suku Bajau mengambil peran terdepan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya pesisir dan laut di kawasan cagar biosfer Wakatobi melalui penerapan pengetahuan tradisional dan praktik baik Suku Bajau untuk kehidupan yang berkelanjutan,” ujar Abdul Manan selaku Presiden Kerukunan Suku Bajau Indonesia, Kamis, 2 Mei 2024.
Baca Juga: Tim SAR Lanjutkan Pencarian Nelayan di Siompu Buton Selatan
“Kami berharap dengan deklarasi ini kami menjadi bagian utama dari kolaborasi multi pihak untuk bersama-sama meningkatkan kontribusi dalam pelindungan dan pengelolaan ekosistem cagar biosfer Wakatobi,” tambah Abdul Manan lagi.
Selain itu, Abdul Manan juga mengajak Suku Bajau se-Asia Tenggara berkolaborasi dalam mengoptimalkan pemanfaatan cagar biosfer berbasis maritim untuk melestarikan budaya, tradisi dan cara hidup Suku Bajau yang unik sebagai bagian integral dari warisan cagar biosfer.
Ditemui di lokasi yang sama, Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbudristek, Irini Dewi Wanti turut mengungkapkan antusiasmenya.
“Dengan dilaksanakannya deklarasi ini, maka Suku Bajau menjadi bagian penting dalam menjaga laut dan pelestarian lingkungan,” ujar Irini.
Mewakili pemerintah Wakatobi, Bupati Kabupaten Wakatobi Haliana juga memberikan arahan dalam deklarasi tersebut.
“Kami meminta seluruh pemangku kepentingan untuk bisa bersama-sama menjaga seluruh pernyataan dalam deklarasi ini agar kelestarian alam bisa terus terjaga hingga anak cucu,” himbau Haliana tegas.
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Konferensi Internasional Tahunan Southeast Asian Biosphere Reserves Network (SeaBRnet) ke-15 yang diselenggarakan di Wakatobi.
Editor: Redaktur TVRINews
