
Foto KM Sabuk Nusantara 43 saat sandar di Pelabuhan Larantuka
Penulis: Ama Boro Huko
TVRINews, Kupang
Cuaca ekstrem berupa gelombang tinggi yang disertai angin kencang menyebabkan Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 43 untuk sementara waktu belum dapat berlayar. Kapal perintis yang melayani rute pelosok Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu hingga Selasa, 20 Januari 2026, masih tertahan di Pelabuhan Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.
Informasi tersebut disampaikan salah satu awak kapal, Yuli Astono, melalui grup informasi resmi Sanus 43. Dalam keterangannya, calon penumpang diminta untuk bersabar karena kondisi cuaca di perairan NTT masih belum memungkinkan untuk pelayaran.
“Selamat siang, diinformasikan bagi calon penumpang KM Sabuk Nusantara 43 harap bersabar berhubung cuaca masih buruk, dan untuk jadwal terbaru belum dibuat. Terima kasih,” demikian pesan yang disampaikan awak kapal melalui pesan seluler
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang telah mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di wilayah perairan NTT untuk periode 16 hingga 22 Januari 2026.
BMKG memprakirakan tinggi gelombang mencapai 4 hingga 6 meter di sejumlah wilayah perairan.
Adapun wilayah perairan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi pada periode 20–22 Januari 2026 meliputi Laut Sawu, Selat Ombai, Perairan Selatan Sumba, Perairan Utara Sabu–Raijua, Perairan Utara Timor, Perairan Utara Kupang–Rote, Selat Pukuafu, Perairan Selatan Sabu–Raijua, serta Perairan Selatan Timor–Rote.
KM Sabuk Nusantara 43 diketahui merupakan kapal perintis yang telah lama melayani mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan NTT dengan rute Waingapu–Salura–Sabu Raijua–Sabu Seba–Rote Ndao–Batutua–Kupang–Wulandoni–Larantuka.
Pihak kapal mengingatkan masyarakat bahwa jadwal pelayaran dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi cuaca dan faktor keselamatan.
Penumpang juga diimbau untuk memperhatikan ketentuan pelayaran, di antaranya wajib berada di atas kapal satu jam sebelum keberangkatan, memesan tiket secara resmi, serta mematuhi aturan bagasi dan pengangkutan kendaraan maupun hewan.
Penundaan pelayaran ini dilakukan semata-mata demi keselamatan penumpang dan awak kapal, sambil menunggu kondisi cuaca di perairan NTT kembali membaik.
Editor: Redaktur TVRINews
