
Penulis: Makmur Hamdalah
TVRINews, Cirebon
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Barat melakukan pemantauan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang sekolah dasar di Kota Cirebon.
Pemantauan hari pertama TKA dilakukan di sejumlah sekolah, di antaranya SDN Kartini I, II, IV, dan V. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan pelaksanaan asesmen berjalan optimal di tingkat daerah.
Kepala BBPMP Jawa Barat, Komalasari, mengatakan TKA bertujuan untuk memetakan kemampuan akademik siswa di seluruh Indonesia sebagai dasar perbaikan sistem pembelajaran.
"Dengan adanya TKA ini, kita melihat capaian akademik siswa SD, khususnya pada mata pelajaran matematika dan Bahasa Indonesia yang mencakup literasi dan numerasi," ujarnya saat diwawancarai tvrinews.com, pada Senin, 20 April 2026.
Ia menjelaskan, hasil TKA juga akan menjadi salah satu syarat dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) melalui jalur prestasi, sehingga memiliki peran strategis dalam proses pendidikan lanjutan siswa.
Pelaksanaan TKA sendiri melalui berbagai tahapan, mulai dari perencanaan, penyediaan sarana dan prasarana, hingga koordinasi dengan dinas pendidikan untuk pendaftaran peserta. Selain itu, uji coba hingga gladi bersih juga telah dilakukan guna memastikan kesiapan pelaksanaan di daerah.
"TKA dilaksanakan secara berjenjang, dimulai dari SMA pada November lalu, SMP pada April, dan SD pada akhir April ini," jelasnya.
Meski demikian, Komalasari menegaskan bahwa TKA tidak menjadi penentu kelulusan siswa. Penetapan kelulusan tetap menjadi kewenangan pihak sekolah.
"TKA ini tidak menentukan kelulusan. Ini adalah asesmen untuk pemetaan kemampuan siswa," tegasnya.
Melalui TKA, pemerintah berharap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dapat terukur, terutama dalam aspek literasi, numerasi, dan pemecahan masalah. Kemampuan tersebut dinilai lebih relevan dengan kebutuhan masa depan dibanding sekadar hafalan.
Selain itu, TKA juga menghadirkan standar penilaian yang seragam di seluruh Indonesia, sehingga hasilnya dapat menjadi acuan nasional dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.
Editor: Redaktur TVRINews
