
Penulis: Azizah
TVRINews, Maros
Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pimpinan Daerah BKMT Kabupaten Maros mendorong penguatan peran masjid sebagai pusat aktivitas sosial, pendidikan, dan ekonomi masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan tabligh akbar yang dirangkaikan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Kabupaten Maros, Selasa, 20 Januari 2026.
Kegiatan ini mengangkat tema Mengaktualisasikan Nilai-Nilai Isra Mi’raj Melalui Gerakan Ekonomi Kreatif Berbasis Masjid. Melalui tema tersebut, BKMT menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat yang berkelanjutan.
Ketua Pimpinan Daerah BKMT Kabupaten Maros, Hajjah Hariyah Rahman, menyampaikan bahwa masjid memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi dan pendidikan masyarakat jika dikelola secara optimal.
“Masjid harus kita maksimalkan fungsinya, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat, penguatan ekonomi, dan pendidikan, khususnya bagi perempuan dan anak-anak,” ujar Hajjah Hariyah Rahman.
Salah satu implementasi nyata dari program tersebut adalah penyerahan Al-Qur’an kepada perwakilan Kampung Taibah, yang merupakan kampung binaan BKMT di Kabupaten Maros.
Kampung Taibah dikembangkan dengan tiga fokus utama, yakni menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat, mengoptimalkan peran muslimah, serta mendorong pertumbuhan UMKM melalui pengelolaan ekonomi kreatif berbasis manajemen masjid.
“Kampung Taibah ini kami rancang agar masjid benar-benar hidup, menjadi pusat kegiatan masyarakat, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi umat melalui UMKM,” tambahnya.
Selain itu, BKMT juga menyalurkan paket pembelajaran dasar Al-Qur’an bagi anak usia dini. Program ini bertujuan membekali anak-anak kemampuan membaca Al-Qur’an sejak dini, sekaligus menanamkan pemahaman dasar nilai-nilai keislaman sebagai fondasi pembentukan karakter.
Hajjah Hariyah Rahman menjelaskan, program pembelajaran dasar Al-Qur’an tersebut akan terus diperluas ke berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
“Kami akan mengenalkan program pembelajaran dasar Al-Qur’an ke seluruh taman kanak-kanak di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Maros dan daerah-daerah yang akan ditetapkan sebagai Kampung Taibah,” jelasnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, BKMT berharap pembinaan keagamaan dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi dan pendidikan masyarakat, dengan masjid sebagai pusat penggerak utama pembangunan umat.
Editor: Redaktur TVRINews
