
Menlu Ri Sugiono ( Foto : IG.sugiono_56)
Penulis: Fityan
TVRINews – Brussels, Belgia
Di Brussels Menlu RI Bawa Visi AOIP: Minta UE dan ASEAN Konkretkan Kolaborasi Inklusif
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, melontarkan desakan agar Kemitraan Strategis antara ASEAN dan Uni Eropa (UE) segera bertransformasi dari sekadar wacana strategis menjadi aksi kerja sama yang memberikan dampak nyata.
Seruan ini disampaikan Menlu Sugiono saat menghadiri ASEAN – EU Ministerial Luncheon, yang merupakan bagian dari rangkaian acara EU Indo-Pacific Ministerial Forum, di Brussels, Belgia.
Dalam suasana pertemuan tingkat menteri yang menandai semakin pentingnya peran ASEAN di tatanan regional, Sugiono menekankan bahwa kerja sama kedua pihak tidak boleh terhenti pada tataran konseptual.
Baca Juga: Menlu RI: Martabat Palestina Kunci Pemulihan Gaza
“Kita tidak boleh berhenti pada diskusi tentang penyelarasan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) dan EU Strategy for Cooperation in the Indo-Pacific. Yang lebih penting adalah mewujudkan kerja sama yang konkret,” tegas Menlu. Yang di kutip sabtu (22/11) pada Laman resmi Kemlu RI.
Visi Inklusif Indonesia untuk Indo-Pasifik
Indonesia, yang dikenal sebagai penggagas utama AOIP di ASEAN, secara konsisten mendorong visi strategis tersebut untuk memastikan kawasan Indo-Pasifik tetap damai, stabil, dan makmur melalui kemitraan yang inklusif.
AOIP merupakan respons konstruktif dari blok Asia Tenggara terhadap dinamika geopolitik dan persaingan kekuatan besar yang berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan.
Selain urgensi kerja sama konkret, Menlu Sugiono juga menyampaikan harapan besar agar perjanjian Indonesia – EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dapat segera ditandatangani.
Perjanjian ini dinilai krusial untuk memperkuat keterbukaan pasar antara kedua kawasan, terutama di tengah meningkatnya tren proteksionisme global yang mengancam perdagangan bebas.
Sorotan Kemanusiaan dan Masa Depan Kemitraan
Dalam pertemuan tersebut, isu-isu global juga tak luput dari sorotan. Di hadapan para Menteri Luar Negeri dari Negara Anggota UE dan ASEAN, Menlu Sugiono secara khusus kembali menyoroti kondisi kemanusiaan di Palestina.
Indonesia menyerukan dukungan berkelanjutan bagi solusi dua negara (two-state solution) sebagai jalan menuju kemerdekaan Palestina.
Kemitraan antara ASEAN dan UE, yang telah terjalin sejak 1977, akan genap berusia 50 tahun pada 2027.
Pertemuan tingkat menteri di Brussels ini menegaskan kembali komitmen kedua pihak untuk memperkuat hubungan dan kerja sama strategis ke depannya, mengakui peran sentral ASEAN dalam lanskap strategis Indo-Pasifik.
Editor: Redaktur TVRINews
