
Penulis: Tio Furqan Pratama
TVRINews, Solok Selatan
Tim SAR Gabungan masih terus mengupayakan pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hilang setelah perahu yang ditumpanginya menghantam tebing dan karam di aliran Sungai Batang Hari, tepatnya di daerah Pulau Panjang, Nagari Lubuk Ulang Aling, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 14 Maret 2026 siang sekitar pukul 14.00 WIB. Korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama Wis Efendi (55), warga setempat. Sementara dua rekan korban, Tono dan Surapto, dilaporkan berhasil menyelamatkan diri dalam insiden tersebut.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat ketiga korban berangkat dari rumah menuju lokasi kerja menggunakan perahu pada pukul 10.00 WIB.
“Saat melintasi aliran sungai pada pukul 14.00 WIB, perahu yang mereka tumpangi menghantam batu karang dan tebing hingga mengakibatkan perahu karam. Dua orang selamat, namun satu orang atas nama Wis Efendi terseret arus dan dinyatakan hilang," ujar Abdul Malik dalam keterangan resminya, Minggu, 15 Maret 2026.
Hingga memasuki hari kedua operasi SAR (H2) pada Minggu, 15 Maret 2026, tim gabungan telah melakukan penyisiran intensif. Abdul Malik menyebutkan bahwa pencarian hari ini dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) dengan area pencarian mencapai 6 kilometer persegi ke arah hilir sungai.
SRU 1 menyisir sekitar Bendungan Batu Bakawik di hilir sungai, serta SRU 2 dan SRU 3 masing-masing menyisir sisi kiri dan kanan sungai menggunakan perahu karet dan perahu masyarakat
"Tim gabungan yang terlibat terdiri dari personel Unit Siaga SAR Solok Selatan, TNI, Polri, BPBD Solok Selatan, perangkat kecamatan dan nagari, serta dibantu sekitar 30 orang warga setempat," tambah Abdul Malik.
Meski kondisi cuaca di lokasi terpantau cerah dengan kecepatan angin normal, tim di lapangan menghadapi kendala teknis pada kondisi sungai.
"Faktor penghambat utama dalam pencarian hari ini adalah meningkatnya debit air sungai, yang membuat arus cukup kuat dan menyulitkan proses penyisiran di beberapa titik," jelasnya.
Hingga operasi SAR dihentikan sementara pada pukul 17.30 WIB, keberadaan korban belum ditemukan. Sesuai dengan rencana operasi, pencarian akan kembali dilanjutkan pada Senin, 16 Maret 2026 pukul 07.00 WIB dengan memperluas jangkauan pemantauan.
Editor: Redaksi TVRINews
