
Penulis: Bima Lotunani
TVRINews, Konawe Utara
Pemerintah Kabupaten Konawe Utara resmi meluncurkan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) sebagai langkah strategis untuk memperluas areal tanam sekaligus meningkatkan produksi padi daerah. Peluncuran program ini ditandai dengan kegiatan tanam padi serentak di empat wilayah.
Kegiatan tanam serentak tersebut dilaksanakan di Kelurahan Asera, Kecamatan Sawa, Oheo, dan Wiwirano. Dalam pelaksanaannya, program CSR memadukan metode tanam benih langsung (Tabela) dengan pemanfaatan teknologi drone pertanian.
Inovasi ini dinilai mampu mempercepat proses tanam, menghemat tenaga kerja, serta menjangkau lahan pertanian yang lebih luas secara efisien.
Program Cetak Sawah Rakyat juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan melalui penerapan teknologi pertanian modern dan kolaborasi lintas sektor. Selain itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas petani sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang ada.
Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, menyampaikan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang dikelola melalui sistem Brigade Pangan.
“Keberhasilan program ini sangat ditopang oleh dukungan berbagai pihak, termasuk pemanfaatan alsintan yang terintegrasi dalam Brigade Pangan,” ujar Bupati Ikbar.
Sebagai bentuk dukungan kepada petani, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyematan rompi Brigade Pangan secara simbolis kepada perwakilan kelompok tani. Pemerintah daerah turut menyerahkan bantuan sarana produksi pertanian berupa pupuk urea, pupuk NPK, serta benih padi unggul.
Melalui pemanfaatan teknologi pertanian dan penguatan kelembagaan petani, Pemkab Konawe Utara berharap produksi padi daerah dapat meningkat signifikan dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Editor: Redaksi TVRINews
