
Penulis: Agus M Hakim
TVRINews, Lampung
TNI Angkatan Darat bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur resmi memulai pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, pada Rabu, 1 April 2026.
Prosesi peletakan batu pertama atau groundbreaking digelar di tepi Sungai Batanghari dan turut dihadiri Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Kasdam II/Sriwijaya, Danrem 043/Garuda Hitam, serta Wakil Bupati Lampung Timur.
Pembangunan ini merupakan bagian dari program Jembatan Perintis Garuda Tahap III dan IV, dengan total 20 titik pembangunan jembatan gantung di wilayah Kodam II/Sriwijaya.
Jembatan tersebut menjadi solusi atas keterbatasan akses transportasi yang selama ini dialami warga Desa Kali Pasir dan Desa Tanjung Tirto. Sebelumnya, pelajar dan masyarakat harus menyeberangi sungai menggunakan rakit atau perahu tradisional dengan risiko tinggi.
Kondisi ini sempat menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial dan ditinjau langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo pada Februari lalu.
Dalam pelaksanaan groundbreaking, Wakil Gubernur bersama jajaran TNI tampak mengenakan alat pelindung diri saat meletakkan adukan semen pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan.
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyampaikan apresiasi atas dimulainya proyek tersebut. Ia menyebut jembatan gantung ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara TNI, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten guna mempercepat aksesibilitas wilayah.
“Khusus di Way Bungur akan dibangun jembatan sepanjang 120 meter. Ini merupakan upaya bersama untuk membuka akses masyarakat di daerah yang selama ini terisolasi,” ujarnya.
Sementara itu, Pangdam II/Sriwijaya melalui Kasdam Brigjen TNI Andrian Susanto menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Garuda menjadi solusi jangka menengah untuk memulihkan konektivitas antarwilayah.
Ia juga menekankan bahwa proyek ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.
Selain pembangunan jembatan gantung, pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional juga tengah menyiapkan rencana pembangunan jembatan permanen. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur fokus pada proses pembebasan lahan guna mendukung proyek jangka panjang tersebut.
Keberadaan jembatan ini diharapkan dapat mempermudah akses pendidikan, kesehatan, serta aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan konektivitas yang lebih baik, mobilitas warga tidak lagi bergantung pada penyeberangan tradisional, sehingga roda perekonomian dapat bergerak lebih cepat dan efisien.'
Editor: Redaktur TVRINews
