
Deputi Bidang Koordinasi dan Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Lilik Kurniawan
Penulis: Ricky Gerungan
TVRINews, Siau
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan upaya pemulihan pasca bencana banjir bandang di wilayah Siau terus dilakukan secara intensif. Langkah ini diambil agar masyarakat terdampak dapat segera kembali menjalankan aktivitas mereka secara normal seperti sedia kala.
Deputi Bidang Koordinasi dan Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Lilik Kurniawan, menyatakan bahwa BNPB akan melakukan peninjauan mendalam terhadap lima sektor utama di wilayah terdampak. Fokus utama pemulihan ini mencakup sektor pemukiman, aksesibilitas jalan, serta pemulihan kondisi lingkungan yang terdampak banjir.

Selain itu, sektor fasilitas umum seperti gereja dan sekolah, hingga fasilitas kesehatan termasuk puskesmas menjadi prioritas dalam rencana perbaikan tersebut. BNPB juga memberikan perhatian khusus pada sektor ekonomi untuk membangkitkan kembali produktivitas masyarakat yang sempat terhenti akibat bencana.
“Jadi kita menginginkan masyarakat kita yang terdampak ini bisa kembali hidup normal seperti sebelum ada bencana tetapi tentu dengan lebih baik lagi. Kita akan melihat lima sektor, yang pertama pemukiman kemudian tentang jalannya, lingkungannya, yang ketiga tentang sosial misalnya ada gereja-gereja yang rusak akan kita perbaiki, ada sekolah yang rusak akan kita perbaiki, atau ada puskesmas yang rusak, begitu ya. Kemudia juga sektor ekonomi, mereka supaya mendapat penghasilan lagi, bekerja lagi, ini akan didorong. Apakah nanti melalui pasar tradisional atau tempat-tempat perekonomian yang lainnya,” ujar Lilik Kurniawan pada Sabtu, 10 Januari 2026.
Upaya percepatan pemulihan pasca bencana ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menjalani masa transisi untuk kembali beraktivitas secara bertahap dengan dukungan sarana dan prasarana yang lebih memadai.
Editor: Redaktur TVRINews
