
Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Sulawesi Tenggara, Bismar Adi Prasetyo
Penulis: Muhammad Aswan
TVRINews, Kendari
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan bahwa wilayah Sulawesi Tenggara saat ini mulai memasuki masa pancaroba atau peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau. Puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Juni 2026, sebelum beralih ke musim kemarau pada Juli hingga Agustus.
Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Sulawesi Tenggara, Bismar Adi Prasetyo, menjelaskan bahwa pada masa pancaroba masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Fenomena yang umum terjadi di masa peralihan ini antara lain hujan lebat disertai petir dan angin kencang, yang dapat memicu bencana seperti banjir dan tanah longsor.
“BMKG akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi kondisi cuaca secara berkala, serta menyampaikan informasi peringatan dini kepada masyarakat jika terdapat potensi cuaca ekstrem selama masa peralihan musim ini,” ujarnya.
Selain kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, masyarakat juga diminta mulai melakukan langkah mitigasi menjelang musim kemarau. Antisipasi diperlukan terhadap potensi krisis air bersih serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sebelumnya, BMKG juga memprediksi bahwa musim kemarau tahun ini berpotensi lebih kering akibat pengaruh fenomena El Nino. Kondisi tersebut tidak hanya meningkatkan risiko kekeringan, tetapi juga dapat berdampak pada sektor pertanian, termasuk kemungkinan gagal panen.
Dengan kondisi cuaca yang dinamis dan cenderung ekstrem, masyarakat diharapkan tetap waspada serta melakukan upaya antisipatif guna meminimalisir dampak yang dapat ditimbulkan.
Editor: Redaksi TVRINews
