
Penulis: Tio Furqan Pratama
TVRINews, Padang
Memasuki hari kelima, upaya pencarian dua pelajar SD yang hilang terseret ombak di Pantai Ujung Karang, Kecamatan Padang Utara, masih nihil. Tim SAR gabungan terus memperluas area penyisiran guna menemukan titik terang keberadaan korban yang dilaporkan tenggelam sejak Sabtu lalu, 18 April 2026.
Hingga Rabu, 22 April 2026, operasi SAR melibatkan tujuh unit perahu karet yang dikerahkan untuk membelah perairan di sekitar lokasi kejadian, tepatnya di belakang Kampus Universitas Bung Hatta, Kelurahan Ulak Karang Utara. Tak hanya dari tim formal, puluhan nelayan setempat juga ikut turun ke laut untuk memperluas jangkauan pencarian.
Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan bahwa tim menggunakan tiga metode utama dalam operasi kali ini, yaitu penyisiran perairan menggunakan perahu karet dan kapal nelayan di area lepas pantai, penyisiran daratdengan menelusuri sepanjang garis pantai untuk memantau kemungkinan korban terdampar, serta penyelaman untuk melakukan observasi bawah air pada titik-titik yang dicurigai berdasarkan analisis arus laut.
“Kami bersama tim SAR gabungan dan nelayan terus berupaya maksimal. Fokus kami adalah penyisiran menyeluruh dengan tetap mempertimbangkan faktor cuaca dan kuatnya arus bawah laut,” ujar Hendri.
Di tengah proses pencarian yang melelahkan, solidaritas ditunjukkan oleh rekan-rekan korban dari SDN 06 Lapai. Sejumlah siswa dan guru hadir langsung di lokasi untuk menggelar doa bersama di pinggir pantai, berharap keajaiban agar kedua teman mereka segera ditemukan.
Kehadiran warga di lokasi juga cukup ramai, sehingga petugas terus mengimbau masyarakat untuk menjaga jarak dan berhati-hati saat beraktivitas di bibir pantai, mengingat kondisi gelombang yang sewaktu-waktu bisa meningkat.
Sesuai prosedur operasi SAR, pencarian akan terus dilakukan secara intensif dengan koordinasi ketat antar-unsur, mulai dari Basarnas, BPBD, TNI/Polri, hingga relawan. Meski telah memasuki hari kelima, tim berkomitmen untuk tetap melakukan pencarian hingga ada instruksi lebih lanjut mengenai status operasi tersebut.
Editor: Redaktur TVRINews
