
Penulis: Wahyu Hidayat
TVRINews, Jember
Memasuki penghujung arus balik Lebaran 2026, situasi lalu lintas di Kabupaten Jember pada Minggu, 30 Maret 2026, masih menunjukkan peningkatan aktivitas kendaraan. Kendati Operasi Ketupat Semeru 2026 telah berakhir, Polres Jember Polda Jatim tetap melakukan pengamanan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) di sejumlah titik rawan kepadatan.
Kapolres Jember, AKBP Bobby A Condroputra melalui Kasatlantas Polres Jember, AKP Bernadus Bagas Simarmata mengatakan, KRYD juga dilaksanakan untuk memberikan layanan pengamanan di tempat-tempat wisata.
Menurut AKP Bagas, puncak arus balik terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026 yang bertepatan dengan hari terakhir libur panjang.
Namun hingga akhir pekan, tepatnya Minggu, 29 Maret 2026, arus kendaraan dan penumpang masih cukup tinggi seiring berakhirnya masa libur sekolah.
“Mobilitas kendaraan yang keluar masuk Wilayah Kabupaten Jember pada masa mudik lebaran tahun 2026 sebanyak 1.153.176 kendaraan dan saat ini masih terpantau ramai untuk arus balik, “ ujar AKP Bagas.
Berdasarkan data, jumlah pemudik yang menggunakan transportasi umum selama Lebaran 2026 mencapai 274.646 orang.
Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2025 yang tercatat 262.438 orang atau meningkat sebesar 4,65 persen.
Sementara itu lanjut AKP Bagas, terjadi lonjakan penumpang kereta api di Daop 9 Jember hingga mencapai lebih dari 13.000 orang dalam satu hari pada masa balik lebaran.
“Pada masa arus balik, ada peningkatan di transportasi Kereta Api mencapai lebih dari 13.000 orang dalam satu hari,” terang AKP Bagas.
AKP Bagas juga menyoroti beroperasinya Bandara Notohadinegoro Jember yang kini melayani penerbangan langsung ke Jakarta (Halim Perdanakusuma) dan Denpasar, Bali. Kehadiran layanan ini dinilai membantu masyarakat dalam memilih moda transportasi saat arus balik.
Untuk kondisi lalu lintas di jalur utama, seperti ruas Bangsalsari menuju Kota Jember, terpantau ramai namun tetap lancar.
Meski demikian, kepadatan sempat terjadi di beberapa titik, salah satunya di Simpang 3 Kaliputih Rambipuji.
“Kepadatan terjadi di Simpang 3 Kaliputih Rambipuji Jember karena lonjakan volume kendaraan dari masyarakat yang melakukan silaturahmi dan perjalanan ke berbagai daerah,” ungkap AKP Bagas.
Kepadatan juga terlihat di Simpang 4 Mangli Kaliwates yang menjadi titik pertemuan arus dari pusat kota, kawasan industri, hingga terminal.
“Tingginya volume kendaraan, keberadaan perlintasan sebidang dan ketidakseimbangan kapasitas antar simpang yang menyebabkan antrian panjang khususnya pada jam tertentu,” pungkas AKP Bagas.
Editor: Redaksi TVRINews
