Penulis: Freddy Ladi
TVRINews, Sumba Barat Daya
Pemerintah Indonesia terus mengupayakan keadilan sosial dan pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh penjuru negeri, termasuk di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Salah satu langkah konkret dalam upaya ini adalah melalui program Kebijakan BBM Satu Harga. Program ini bertujuan agar masyarakat di daerah-daerah terpencil di luar Pulau Jawa dapat menikmati harga bahan bakar minyak (BBM) yang sama dengan yang berlaku di Pulau Jawa.
Wilayah Kodi, yang meliputi Kecamatan Kodi, Kecamatan Kodi Bangedo, dan Kecamatan Kodi Balaghar, telah merasakan dampak positif dari kebijakan ini. Masyarakat di wilayah tersebut selama bertahun-tahun menghadapi kesulitan dalam memperoleh BBM karena jarak yang jauh dari wilayah Kodi ke Weetebula, tempat di mana BBM tersedia. Akibatnya, harga BBM dijual dengan harga mahal oleh pengecer setempat.
Namun, perjuangan masyarakat Wilayah Kodi tidak sia-sia. Dengan kehadiran Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Bondo Kodi, kini warga mendapatkan kemudahan dalam mendapatkan BBM dengan harga yang terjangkau. Tarsisius Tari Tara, seorang warga dari Kampung Waimete, Desa Lete Loko, Kecamatan Kodi Bangedo, menyatakan bahwa keberadaan SPBU di wilayah tersebut sangat membantu masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa SPBU tersebut memungkinkan warga untuk lebih mudah mengantarkan anak-anak ke sekolah dan pasien ke rumah sakit. Dulu, ketika SPBU belum ada, banyak pasien yang kesulitan untuk diantar ke rumah sakit di kota Weetebula.
Baca Juga: Warga Buton Utara Tangkap Buaya Muara Masuk Empang Ikan
Harga-harga BBM yang kini berlaku di SPBU Bondo Kodi, Solar dijual dengan harga Rp. 6.800, Deslater dijual dengan harga Rp. 13.950, Pertalite dijual dengan harga Rp. 10.000, dan Pertamax dijual dengan harga Rp. 12.500. Hal ini memberikan bantuan signifikan bagi masyarakat di wilayah tersebut.
"Kami bersyukur sekali ada ini SPBU kalau tidak maka kami harus ke Weetebula. Ini sangat membantu kami masyarakat di wilayah tertinggal, tetapi kalau bisa tambah lagi satu pom bensin di kecamatan Kodi Balaghar," ujar Tarsisius Tari Tara kepada TVRINews.
Taufiq Kurniawan, Section Head Communication Relation Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, menjelaskan bahwa program BBM Satu Harga adalah langkah konkret untuk membantu masyarakat di daerah-daerah tertinggal dan terluar mendapatkan BBM dengan harga yang sama seperti di Jawa. Meskipun SPBU di Bondo Kodi belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan wilayah tiga kecamatan, pihaknya berharap agar pemerintah Sumba Barat Daya terus mendorong penambahan SPBU di wilayah Kodi guna memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat setempat.
"Kebijakan BBM Satu Harga merupakan program Pemerintah agar masyarakat di daerah 3T di luar Jawa dapat menikmati harga BBM yang sama dengan di pulau Jawa sehingga keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dapat terwujud serta dapat memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah," terang Taufiq Kurniawan.
Saat ini, terdapat 9 SPBU yang dimiliki oleh PT. Bumi Indah di Kabupaten Sumba Barat Daya. Dari jumlah tersebut, dua di antaranya beroperasi dengan konsep SPBU satu harga, sementara sisanya adalah SPBU reguler. Wilayah Sumba Barat Daya menerima penyaluran pertalite sebanyak 91 Kilo Liter setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar di Kabupaten Sumba Barat Daya.
Baca Juga: BMKG Imbau Masyarakat Waspada Dampak Kekeringan
Editor: Redaktur TVRINews
