
Penulis: Ryan Agustian
TVRINews, Bandung
Peristiwa tragis menimpa warga Kampung Girang Dekeut, Desa Banjaran, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Rabu siang. Seorang remaja wanita bernama Gina, siswi SMA, meninggal dunia setelah hanyut terbawa arus Sungai Cibanjaran akibat jebolnya Tembok Penahan Tanah (TPT) atau kirmir di kawasan tersebut.
Kejadian bermula ketika hujan deras mengguyur Banjaran sejak siang hari. Korban terjatuh ke aliran sungai saat berdiri di atas kirmir yang tiba-tiba ambruk. Dalam hitungan detik, derasnya arus langsung menyeret tubuh korban jauh dari lokasi awal.
Dalam rekaman video amatir yang beredar, terlihat aksi heroik lima warga termasuk ayah korban dan seorang kerabat bernama Indra yang nekat terjun ke sungai yang tengah meluap. Mereka berulang kali mencoba meraih tubuh Gina di tengah derasnya arus.
Upaya penyelamatan dramatis itu tak membuahkan hasil. Meski sempat beberapa kali berhasil disentuh warga, kuatnya arus membuat korban kembali terlepas dan terbawa semakin jauh. Setelah pencarian intensif, jasad Gina ditemukan di wilayah Muara, Kecamatan Pameungpeuk, berjarak lebih dari tiga kilometer dari lokasi awal kejadian.
“Korban terjatuh karena TPT sungai jebol saat hujan sangat deras. Saya langsung melompat untuk menolong, tapi arus terlalu kuat,” ujar Indra, Kamis (16/3/2026).
Tangis histeris keluarga pecah ketika jasad Gina ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Selain korban jiwa tersebut, seorang pria bernama Agus Satpam SMAN 1 Banjaran dilaporkan hilang. Agus ikut terjun ke sungai untuk membantu penyelamatan, namun hingga kini belum ditemukan. Di lokasi kejadian, petugas hanya menemukan sepasang sandal miliknya di tepi sungai.
Kapolsek Banjaran AKBP Sudi Hartono membenarkan adanya satu korban hilang yang masih dalam pencarian.
“Selain Gina yang sudah ditemukan meninggal dunia, ada satu orang lagi atas nama Agus yang masih hilang. Beliau berniat menolong korban namun ikut terbawa arus. Saat ini petugas gabungan masih berkoordinasi lintas sektoral untuk pencarian dan evakuasi,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih menyusuri aliran sungai untuk menemukan Agus.
Editor: Redaktur TVRINews
