
Penulis: Ama Boro Huko
TVRINews, Flores Timur
Dua gunung api aktif di wilayah Flores bagian timur, Flores Timur dan Lembata, Nusa Tenggara Timur, mengalami erupsi pada Minggu, 8 Maret 2026. Meski terjadi aktivitas erupsi, kedua gunung tersebut masih berada pada status Level II atau Waspada.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dua gunung yang mengalami erupsi yakni Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur dan Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata.

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki terjadi pada pukul 09.37 WITA. Kolom abu teramati mencapai ketinggian sekitar 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 2.584 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang condong ke arah utara dan timur laut.
Aktivitas erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 7,4 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 55 detik.
PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki serta para pengunjung atau wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.
Sementara itu, Gunung Ile Lewotolok juga mengalami erupsi pada pukul 19.44 WITA dengan tinggi kolom abu sekitar 100 meter di atas puncak atau sekitar 1.523 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang yang condong ke arah timur. Aktivitas erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum 23,3 milimeter dan durasi sekitar 55 detik.
Selain erupsi, juga teramati aliran lava menuju sektor selatan dan tenggara dengan jarak aliran diperkirakan mencapai sekitar 500 meter dari bibir kawah.
PVMBG mengimbau masyarakat, pendaki, maupun wisatawan agar tidak memasuki wilayah dengan radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok guna menghindari potensi bahaya erupsi.
Pemerintah daerah bersama petugas pemantau gunung api terus melakukan pemantauan aktivitas vulkanik untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan aktivitas kedua gunung tersebut.
Editor: Redaktur TVRINews
