
Penulis: Salmon
TVRINews, Sulawesi Tenggara
Perum Bulog Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di tengah masyarakat.
Di Sulawesi Tenggara, penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dipastikan tetap berjalan konsisten selama Ramadhan hingga Idulfitri 1447 Hijriah tahun 2026.
Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Sulawesi Tenggara, Benhur Ngkaimi, menegaskan bahwa distribusi beras SPHP hingga saat ini masih terus dilakukan sebagai bagian dari langkah strategis pemerintah dalam menjaga kestabilan harga pangan di pasaran.

Menurutnya, program SPHP menjadi instrumen penting untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh beras dengan harga terjangkau, terutama saat permintaan meningkat menjelang hari besar keagamaan.
“Penyaluran beras SPHP di Sulawesi Tenggara dilakukan melalui sedikitnya 110 saluran distribusi, mulai dari pasar tradisional, ritel modern, rumah pangan, toko pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), kantor pos, hingga berbagai titik distribusi lainnya,” ujar Benhur, dikutip Senin, 23 Februari 2026.
Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat lebih mudah mengakses beras SPHP di berbagai lokasi strategis. Selain itu, distribusi juga terus diperluas guna memperkuat intervensi pemerintah dalam mengendalikan harga beras di tingkat konsumen.

Dengan jaringan distribusi yang semakin luas, Bulog menargetkan penyaluran dapat berjalan maksimal sehingga mampu menekan potensi kenaikan harga di pasaran, khususnya saat lonjakan permintaan menjelang Ramadhan dan Idulfitri.
Melalui program ini, pemerintah menunjukkan perhatian nyata dalam membantu dan mengamankan kebutuhan pokok masyarakat, terutama beras, selama menjalani ibadah Ramadhan hingga perayaan Idulfitri.
Diharapkan, dengan pasokan yang terjaga dan harga yang stabil, masyarakat dapat menjalani momen Ramadhan dan Lebaran dengan lebih tenang dan nyaman.
Editor: Redaksi TVRINews
