
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Tangerang Selatan
Generasi Muda Buddhis Indonesia (Gemabudhi) bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menuangkan sebanyak 10.000 liter cairan eco enzyme dituangkan ke salah satu aliran anak Sungai Cisadane di Taman Kota 2 BSD, Tangerang Selatan. Kegiatan terebut juga dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-40 Gemabudhi serta dilakukan sebagai bagian dari gerakan peduli lingkungan sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pemanfaatan limbah organik.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, memberikan apresiasi atas langkah nyata tersebut. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam mencurahkan eco enzyme merupakan bentuk partisipasi aktif dalam mendukung pemulihan ekosistem sungai di tanah air.

“Pencurahan eco enzyme ini menjadi bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung upaya pemulihan ekosistem sungai, sekaligus mendorong pemanfataan limbah organik menjadi cairan ramah lingkungan yang dapat membantu meningkatkan kualitas air dan mendukung kehidupan mikroorganisme di dalam sungai,” ujar Hanif Faisol Nurofiq dalam keterangannya, Minggu, 8 Maret 2026.
Ia menambahkan bahwa aksi tersebut diharapkan mampu menjadi pemantik bagi warga sekitar untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah rumah tangga, khususnya limbah organik, agar dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi alam.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama, Supriyadi, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi lintas sektoral antara Kementerian Agama, Kementerian Lingkungan Hidup, serta lembaga keagamaan.
“Pencurahan 10 ribu liter eco enzyme ke salah satu aliran anak sungai Cisadane, Tangerang Selatan, menjadi bentuk kolaborasi antara Kementerian Agama, Kementerian Lingkungan Hidup, serta lembaga keagamaan dalam mendorong gerakan pelestarian lingkungan,” kata Supriyadi.
Lebih lanjut, Supriyadi menekankan bahwa menjaga keseimbangan alam merupakan bagian penting dalam nilai-nilai ajaran agama. Oleh karena itu, umat Buddha didorong untuk terus berperan aktif dalam setiap upaya perawatan lingkungan hidup secara berkelanjutan.
“Nilai-nilai ajaran Buddha juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan alam, sehingga umat Buddha didorong untuk terus berperan aktif dalam upaya perawatan lingkungan,” imbuhnya.
Pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan langkah pemulihan secara bertahap agar kondisi ekosistem Sungai Cisadane dapat kembali pulih. Melalui aksi serupa, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap kelestarian air dan lingkungan di sekitarnya semakin meningkat.
Editor: Redaksi TVRINews
