Penulis: Eko Septianto Rasyim
TVRINews, Bangka
Seorang santri berinisial HZ (16) di Kabupaten Bangka diduga menjadi korban penganiayaan oleh seniornya di lingkungan pondok pesantren. Kasus ini telah resmi dilaporkan ke polisi setelah korban mengalami luka-luka serius dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Laporan dilayangkan oleh orang tua korban, Suryanto, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bangka Belitung untuk mendapatkan kejelasan hukum atas peristiwa tersebut.
Suryanto mengaku baru mengetahui kondisi anaknya setelah mendapat informasi dari dua orang santri yang datang ke rumahnya dan memberitahukan bahwa korban telah dilarikan ke rumah sakit. Saat tiba di rumah sakit, ia mendapati anaknya dalam kondisi terbaring dan mengalami luka di sejumlah bagian tubuh. Berdasarkan keterangan orang tua korban, penganiayaan diduga dilakukan oleh lebih dari satu orang senior. Korban mengaku mengalami pemukulan di bagian dada, kepala, dan kaki, bahkan diduga menggunakan benda seperti rantai.
Orang tua korban, Suryanto, mengungkapkan rasa sedihnya melihat kondisi sang anak yang mengalami luka lebam di sekujur tubuh. Ia berharap kejadian memilukan ini tidak terulang kembali kepada santri lainnya.
"Cukuplah anak saya yang jadi korban, Mas. Sedihlah orang tua, melihat anak seperti itu (lebam-lebam). Kalau di dada itu ada bekas pemukulan. Mandep (membekas), pengakuannya itu dirantai katanya. Iya kepala juga, kepala sama ini dipukul juga. Sudah sadar (kondisi korban), tapi masih kacau dia sekarang, Mas," ujar Suryanto pada Selasa, 14 April 2026.
Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Medika Pangkalpinang. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak tersebut guna memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Suryanto mengaku baru mengetahui kondisi anaknya setelah mendapat informasi dari dua orang santri yang datang ke rumahnya dan memberitahukan bahwa korban telah dilarikan ke rumah sakit. Saat tiba di rumah sakit, ia mendapati anaknya dalam kondisi terbaring dan mengalami luka di sejumlah bagian tubuh. Berdasarkan keterangan orang tua korban, penganiayaan diduga dilakukan oleh lebih dari satu orang senior. Korban mengaku mengalami pemukulan di bagian dada, kepala, dan kaki, bahkan diduga menggunakan benda seperti rantai.
Orang tua korban, Suryanto, mengungkapkan rasa sedihnya melihat kondisi sang anak yang mengalami luka lebam di sekujur tubuh. Ia berharap kejadian memilukan ini tidak terulang kembali kepada santri lainnya.
"Cukuplah anak saya yang jadi korban, Mas. Sedihlah orang tua, melihat anak seperti itu (lebam-lebam). Kalau di dada itu ada bekas pemukulan. Mandep (membekas), pengakuannya itu dirantai katanya. Iya kepala juga, kepala sama ini dipukul juga. Sudah sadar (kondisi korban), tapi masih kacau dia sekarang, Mas," ujar Suryanto pada Selasa, 14 April 2026.
Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Medika Pangkalpinang. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak tersebut guna memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Editor: Redaktur TVRINews
