
Penulis: Wahyu Hidayat
TVRINews, Surabaya
Perayaan Tahun Baru Imlek kembali digelar meriah di berbagai daerah, termasuk di Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya.
Perayaan yang telah menjadi tradisi turun-temurun ini tidak hanya menjadi momen pergantian tahun dalam penanggalan Tionghoa, tetapi juga menjadi ajang mempererat kebersamaan antar masyarakat.
Imlek yang memiliki sejarah lebih dari lima ribu tahun kini telah berakulturasi dengan berbagai budaya lokal di Indonesia. Perayaan ini menjadi bagian dari kekayaan budaya nasional.

Dalam rangka memeriahkan perayaan tersebut, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jawa Timur menggelar kegiatan Pemilihan Coco Cici Jawa Timur sebagai upaya menyiapkan generasi penerus organisasi.
Suasana penuh kehangatan terasa dalam kegiatan yang dihadiri berbagai lapisan masyarakat. Ketua PSMTI Jawa Timur, Pepeng Putra Wirawan, mengatakan perayaan Imlek merupakan kegiatan rutin tahunan yang bertujuan memperkuat kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurutnya, momen Imlek juga menjadi waktu penting bagi keluarga untuk berkumpul serta mempererat silaturahmi.
“Selain merayakan tradisi, PSMTI Jawa Timur juga aktif melaksanakan berbagai program sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya, Minggu, 8 Maret 2026.
Sejak ditetapkan sebagai hari libur nasional, perayaan Imlek semakin terbuka dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Melalui berbagai kegiatan budaya dan sosial, masyarakat diharapkan dapat saling mengenal serta memahami keberagaman yang ada.
Sekretaris PSMTI Pusat, Peng Suyoto, menambahkan bahwa semangat toleransi dan persaudaraan harus terus dijaga di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.
“Kami berharap melalui perayaan Imlek ini, semangat kebersamaan dan toleransi dapat terus terpelihara,” katanya.
PSMTI Jawa Timur juga menggelar perayaan Imlek bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Surabaya. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, tokoh masyarakat, pengurus PSMTI, serta sejumlah pengusaha.
Dalam sambutannya, Emil menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai perayaan Imlek yang digelar PSMTI menjadi salah satu wujud nyata kerukunan dan toleransi masyarakat di Jawa Timur.
Emil juga menegaskan peran para pengusaha sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Dengan usaha yang terus berkembang, diharapkan dapat membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Dewan Pembina PSMTI Pusat, Teguh Kinarto, mengatakan perayaan Imlek tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat.
Menurutnya, PSMTI diharapkan dapat menjadi pelopor dalam menumbuhkan semangat kebersamaan serta memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan.
Melalui perayaan Imlek ini, PSMTI Jawa Timur berharap kebersamaan dan keguyuban antar masyarakat dapat terus terjaga. Semangat persatuan dan toleransi yang terbangun diharapkan mampu menjadi kekuatan dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera.
Editor: Redaktur TVRINews
