
Penulis: Firman Gopir
TVRINews, Kabupaten Bangka
Upaya mencari korban longsor di bekas tambang Pondi, Desa Pemali, terus dilakukan tim SAR gabungan. Memasuki hari ketiga, perhatian utama petugas tertuju pada satu penambang yang diduga masih tertimbun material longsor.
Dari empat orang yang terakhir dilaporkan hilang, tiga berhasil dievakuasi dalam operasi sebelumnya.
Hingga saat ini, total korban meninggal dunia tercatat enam orang, yaitu Sanam (38), Dul Manap (47), Abeng (39), Anuwar (32), Abad (39), dan Arif (37). Seluruh korban merupakan warga Kabupaten Pandeglang, Banten.
Untuk mempercepat pencarian, empat unit ekskavator diterjunkan guna membuka material longsor.
Kepala BPBD Kabupaten Bangka, Rusmansyah, memastikan seluruh unsur gabungan, termasuk TNI, Kepolisian, Laskar Sekaban, dan BPBD, tetap siaga di lokasi. Ia menegaskan bahwa operasi pencarian mengikuti ketentuan yang berlaku.
“Tim akan terus bekerja sesuai prosedur. Namun jika dalam dua sampai tiga hari korban belum ditemukan, kita harus mengikhlaskan,” kata Rusmansyah di lokasi kejadian.
Sementara itu, pihak kepolisian masih menyelidiki legalitas tambang. Tambang yang dikelola seorang bernama Akian ternyata tidak memiliki Surat Perintah Kerja (SPK).
Pengawas tambang PT Timah sebelumnya telah memberikan peringatan agar aktivitas dihentikan, tetapi peringatan tersebut diabaikan.
“Kami masih mendalami dugaan pelanggaran prosedur yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja fatal,” ujar Kasat Reskrim Polres setempat.
Polisi terus melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab longsor dan siapa yang bertanggung jawab.
Editor: Redaktur TVRINews
