Penulis: Reza Mahendra
TVRINews, Tanjung Lubuk
Sebuah bangunan kelas di SD Negeri 2 Pangarayan Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ambruk. Beruntung, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban. Saat ini, para siswa dialihkan ke ruang perpustakaan untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar.
Kondisi salah satu ruang kelas di SD Negeri 2 Pangarayan kini sangat tidak layak. Atap dan tiang penyangga ruang kelas 3 roboh, yang tentunya sangat mengganggu aktivitas belajar mengajar. Beruntung, tidak ada korban dari peristiwa ini. Para siswa kelas 3 sementara ini dialihkan ke ruang perpustakaan untuk melanjutkan kegiatan belajar mereka.
Ambruknya atap kelas tersebut terjadi sejak November 2023 lalu akibat angin kencang, namun hingga kini belum ada perbaikan dari Dinas Pendidikan OKI. Kepala sekolah sudah mengajukan renovasi ruang kelas hingga lima kali, tetapi pihak dinas hanya datang memeriksa dan berjanji akan segera memperbaiki.
"Kami sangat prihatin dengan kondisi ini. Ambruknya atap dan tiang penyangga kelas 3 terjadi sejak November 2023 akibat angin kencang, dan hingga kini belum ada perbaikan. Kami sudah mengajukan renovasi hingga lima kali ke Dinas Pendidikan OKI, namun baru mendapat janji-janji tanpa tindakan konkret. Kami berharap dinas segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki ruang kelas dengan kualitas yang baik, agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu dan siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman." Ucap Kholilawati, Kepala Sekolah SD Negeri 2 Pangarayan
Selain faktor alam seperti angin kencang, ambruknya atap dan tiang penyangga tersebut juga disebabkan oleh kualitas bangunan yang kurang baik. Dinas Pendidikan OKI diharapkan lebih proaktif dalam menangani masalah ini agar kelas 3 SD Negeri 2 Pangarayan dapat segera diperbaiki dengan kualitas yang lebih baik, sehingga siswa dapat belajar dengan nyaman dan aman.
Baca Juga: Kasat Reskrim dan Kanit Tipidkor Polres Pessel Diperiksa Propam Polda Sumbar
Editor: Redaktur TVRINews
