Penulis: Agus Alfian
TVRINews, Entikong
Guna mengantisipasi pemasukan bahan pangan secara ilegal, Karantina Pertanian Kalimantan Barat (Kalbar) meningkatkan pemeriksaan barang bawaan pelaku perjalanan luar negeri di PLBN Entikong. Kepala Karantina Kalbar, Amdali Adhitama mengatakan hal tersebut dilakukan untuk memastikan alur distribusi barang jelang Ramadhan berjalan normal.
“Jelang Ramadan ini kami tingkatkan pengamanan dan pemeriksaan di PLBN Entikong untuk memastikan tidak ada lalu lintas produk pangan secara ilegal, baik itu produk hewan, produk ikan maupun tumbuhan.” Ungkap Kepala Karantina Kalbar, Amdali Adhitama, Senin, 4 Maret 2024.
Dia mengakui tinggi permintaan produk pangan selama Ramadhan, karena itu pihaknya menggandeng instansi terkait yang ada di PLBN Entikong untuk bersama-sama melakukan pengawasan untuk mencegah masuknya produk luar melalui jalur yang tidak resmi.
Baca Juga: Kasal Terima Kunjungan Lembaga Adat Melayu Provinsi Riau, Bahas Pemberian Gelar Kehormatan
“Produk pangan dari luar yang masuk secara ilegal tentunya rawan dan bisa membawa bibit penyakit, baik itu virus serta bakteri. Terlebih lagi di perbatasan juga rawan terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang bisa menyerang ternak sapi. Barang tentengan pelintas batas yang tiba di PLBN Entikong juga diperiksa petugas gabungan ICQ, jika termasuk produk pangan yang dilarang masuk tentu akan dilakukan penolakan seperti yang dilakukan selama ini,” ujar Amdali.
Disampaikan Amdali Adhitama bahwa PLBN Entikong merupakan pintu perbatasan yang tinggi aktivitasnya dari semua PLBN yang ada di Kalimantan Barat, karena itu pengawasan dan pengamanannya juga harus ketat.
Baca Juga: Heboh Bajaj Lawan Arah di Tol Janger, Polisi: Dia Ngikutin Arahan Google Maps
Khususnya jalur tradisional Karantina pertanian Kalimantan Barat bersinergi dengan Satgas Pamtas RI-Malaysia dan Polri, menggelar patroli gabungan bersama instansi terkait. Untuk memastikan produk luar tidak masuk secara ilegal ke Kalimantan Barat, jalur tidak resmi baik di Entikong dan Sekayam yang terhubung langsung dengan Malaysia dipantau dan diperkuat pengawasannya.
Editor: Rina Hapsari
