
Kritis Usai Kecelakaan, Bidan Desa di Flores Timur Wafat dalam Perjalanan Rujukan
Penulis: Ama Boro Huko
TVRINews, Flores Timur
Bidan pendamping desa yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas tragis di Kabupaten Flores Timur akhirnya meninggal dunia saat dalam proses rujukan menuju Kota Kupang menggunakan KM Tidar, Rabu (21/1/2026) sore. Korban berinisial YGL menghembuskan napas terakhir sekitar satu jam sebelum kapal sandar di Pelabuhan Tenau Kupang.
“Ibu Bidan YGL meninggal sebelum kapal sandar, sekitar pukul 04.00 WITA. Jenazah langsung dibawa ke IGD RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang,” ungkap Direktur RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka, Gregorius Bato Koten, melalui sambungan telepon, Kamis pagi (22/1/2026).
Gregorius menambahkan, proses administrasi kematian sedang dipersiapkan oleh pihak rumah sakit agar jenazah dapat dipulangkan kembali ke Kabupaten Flores Timur menggunakan KM Tidar pada pukul 11.00 WITA.
Kecelakaan yang menimpa YGL terjadi pada Minggu pagi, 18 Januari 2026. Minibus angkutan umum yang ditumpangi tujuh orang, termasuk YGL, VW, serta seorang ibu hamil, melaju dengan kecepatan tinggi saat hendak mengantar ibu bersalin ke Puskesmas Lato. Sopir berinisial ALT diduga mengemudi dalam pengaruh alkohol. Saat melintas di tikungan Wera Gatek, Desa Watowara, Kecamatan Titehena, kendaraan hilang kendali dan terguling keluar jalur.
Akibat peristiwa itu, dua korban mengalami luka parah dan patah tulang serius, yakni YGL dan VW. YGL mengalami banyak patah tulang pada kaki dan tangan, serta diduga mengalami pendarahan internal yang membuat kondisinya kritis hingga akhirnya meninggal.
Sementara korban VW masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka. Adapun ibu hamil yang turut menjadi penumpang selamat dari kecelakaan tersebut dan berhasil melahirkan dengan selamat di Puskesmas Lato, Kecamatan Titehena.
Editor: Redaksi TVRINews
