Penulis: Ingee
TVRINews, Banjarmasin
Masalah sampah masih menjadi persoalan utama yang dihadapi warga Kota Banjarmasin. Tumpukan sampah terlihat mulai dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS) hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) pada Jumat, 16 Januari 2026. Kondisi ini semakin memprihatinkan saat musim penghujan, ketika arus air kerap membawa sampah ke area permukiman warga.
Menanggapi kondisi tersebut, Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota, Nanda Febryan Pratama Jaya, menegaskan pentingnya sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah. Menurutnya, pemilahan sampah dari rumah tangga menjadi kunci utama untuk memutus rantai penumpukan sampah.
“Pengelolaan sampah perlu dimulai dari pemilahan di tingkat sumber, yakni oleh masyarakat, dengan memisahkan sampah organik, anorganik, residu, dan B3. Pemerintah daerah didorong untuk terus mengedukasi dan membiasakan masyarakat melakukan pemilahan sejak dari rumah,” kata Nanda, Jumat, 16 Januari 2025.
Ia menambahkan, upaya tersebut dapat diperkuat melalui penerapan sistem penghargaan dan sanksi, serta pembentukan kampung atau kawasan percontohan agar budaya memilah sampah dapat berjalan secara berkelanjutan.
Selain itu, Nanda berharap penerapan sistem pendekatan desentralisasi dalam pengelolaan sampah dapat mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sekaligus meningkatkan kesadaran warga dalam mengelola limbah secara mandiri.
Editor: Redaktur TVRINews
