
Penulis: Tio Furqan Pratama
TVRINews, Padang
Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) bergerak cepat memberikan layanan kesehatan gratis bagi warga terdampak banjir di Kota Padang.
Hingga Selasa, 27 Januari 2026, tim medis Polri melaporkan telah menangani sedikitnya 83 warga yang mengalami berbagai gangguan kesehatan pascabencana.
Plt. Kabiddokkes Polda Sumbar, AKBP dr. Faisal, mengatakan layanan bakti kesehatan difokuskan pada titik pengungsian dan posko darurat untuk memastikan kondisi para pengungsi tetap terpantau di tengah situasi pascabanjir.
Menurutnya, tim medis disebar ke lima titik utama guna menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Fokus utama kami adalah menangani keluhan kesehatan yang umum muncul setelah bencana air, seperti demam, batuk, flu, penyakit kulit atau gatal-gatal, hingga gangguan lambung dan hipertensi yang dipicu kondisi lapangan,” ujarnya.
Data layanan medis hari ini mencatat sebaran pasien di lima lokasi, yakni Huntara Lubuk Buaya sebanyak 27 orang, Posko Lumin 17 orang, Posko Gurun Laweh 15 orang, Posko Nanggalo 15 orang, serta Posko Tabiang Banda Gadang sebanyak 9 orang.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menegaskan bahwa kehadiran Biddokkes merupakan instruksi langsung Kapolda Sumbar sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan.
Ia menuturkan, Polri tidak hanya fokus pada evakuasi material, tetapi juga memberikan perhatian serius pada pemulihan kesehatan masyarakat agar mereka mendapatkan akses layanan medis yang cepat dan layak.
“Kami berkomitmen untuk terus menyiagakan posko kesehatan selama masa tanggap darurat berlangsung. Masyarakat di pengungsian maupun yang sudah kembali ke rumah diimbau tidak ragu mendatangi petugas medis Polri jika merasakan keluhan sekecil apa pun,” katanya.
Editor: Redaktur TVRINews
