
Animo Sekolah Rakyat di Majalengka Meningkat, Jumlah Pelajar Jadi 97 Orang
Penulis: Edwar Ruspendi
TVRINews, Majalengka
Program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan dampak positif di daerah. Di Kabupaten Majalengka, animo pelajar dari kalangan keluarga desil 1 dan 2 untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat terus meningkat.
Jumlah pelajar Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 34 Majalengka tercatat naik dari semula 86 orang menjadi 97 pelajar. Mereka terdiri dari 56 siswa laki-laki dan 41 siswa perempuan.
Salah seorang pelajar SRMP 34 Majalengka, AL Gibran, mengaku senang mengikuti kegiatan belajar di Sekolah Rakyat. Menurutnya, selain pembelajaran formal, sekolah ini juga menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler.

"Di sini banyak kegiatan ekstrakurikuler seperti olahraga bola voli, futsal, dan paskibra," kata Gibran, Jumat, 16 Januari 2026.
Gibran menjelaskan, dirinya sebelumnya bersekolah di SMP Negeri 2 Rajagaluh. Namun, karena faktor ekonomi orang tua dan sering bolos, ia akhirnya dialihkan untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat.
Meski disiplin belajar di Sekolah Rakyat tergolong ketat, Gibran mengaku nyaman karena seluruh kebutuhan belajar ditanggung oleh pemerintah.
"Belajarnya ketat tapi enak, semua kebutuhan belajar dijamin pemerintah. Jadi betah. Orang tua hanya memberi uang jajan saja," ujarnya.
Sementara itu, Kepala SRMP 34 Majalengka, Ganjar Mutaqin, mengatakan seluruh pelajar yang menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat berasal dari keluarga desil 1 dan 2.
"Seperti yang disampaikan Pak Menteri Sosial, anak-anak ini merupakan anak-anak yang benar-benar istimewa," tutur Ganjar.
Menurutnya, kondisi latar belakang pelajar tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para pendidik dalam membimbing dan mengarahkan siswa agar lebih fokus pada proses pembelajaran.
"Ini merupakan tantangan bagi tim kami dalam menangani para pelajar di Sekolah Rakyat," jelasnya.
Ganjar menambahkan, meskipun jumlah pelajar masih bersifat fluktuatif, pihak sekolah akan terus menekankan mata pelajaran Pendidikan Agama sebagai upaya membentuk kembali karakter dan fitrah anak sebagai pelajar.
Editor: Redaksi TVRINews
