Penulis: Deni putra
TVRINews, Bengkulu
Sehari setelah pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Seluma, Bunga Rafflesia arnoldii, yang dikenal sebagai bunga langka dengan bau khas menyengat, kembali mekar di kawasan wisata Desa Lubuk Resam, Kecamatan Seluma Utara
pada 28 November 2024 yang lalu.
Mekarnya bunga ini tidak terjadi begitu saja, Keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras dan inovasi Kelompok Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut) desa setempat yang telah berusaha untuk membudidayakan bunga langka tersebut selama lima tahun terakhir.
Ketua Gapoktanhut Desa Lubuk Resam, Gupardi mengatakan, awalnya bunga Rafflesia hanya tumbuh sebagai tanaman inang di sekitar lokasi yang pada akhirnya mereka berinisatif untuk membudidayakan bunga tersebut.
"Iya, bunga Rafflesia ini dikabarkan mekar sehari setelah Pilkada. Mekarnya bunga ini disambut dengan antusias oleh warga dan pengunjung. Banyak yang datang langsung untuk menyaksikan keindahan bunga langka ini," kata Gupar, Minggu 1 Desember 2024.
Gupar menjelaskan, bahwa untuk mencapai lokasi mekar bunga Rafflesia tidaklah muda karena pengunjung harus melalui perjalanan menantang. Seperti melewati jalan setapak berlumpur yang hanya bisa dilalui dengan sepeda motor, khususnya motor yang telah dimodifikasi untuk medan berat.
Meskipun perjalanan penuh tantangan, menurutnya itulah bagian dari pengalaman unik yang menjadikan perjalanan ke lokasi bunga semakin istimewa.
"Perjalanan menuju lokasi bunga memakan waktu sekitar 30 menit. Kami melewati perkebunan warga, sungai kecil, dan bukit yang curam. Meski medan berat, pemandangan bunga yang indah membuat segala usaha dan perjalanan terasa terbayar," lanjutnya.
Mekarnya bunga Rafflesia, kata Gupar, telah menjadi simbol harapan bagi warga Desa Lubuk Resam, sebab desanya kini lebih dikenal luas. Oleh karena itu, Kelompok Gapoktanhut bertekad untuk terus mempromosikan potensi alam desa, meskipun mereka dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti akses jalan yang sulit dan keterbatasan jaringan internet.
"Mempromosikan desa kami di era digital bukanlah hal mudah. Sinyal internet masih sangat terbatas di sini. Padahal, dengan internet, potensi yang kami miliki bisa dikenal lebih luas oleh dunia," ungkap Gupardi.
Selain bunga Rafflesia, Desa Lubuk Resam juga menyimpan beragam potensi wisata alam lainnya. Di antaranya adalah air terjun, pemandian air panas, hingga goa-goa alam yang menawan. Meskipun akses ke desa ini belum sepenuhnya memadai, potensi wisata yang dimiliki terus berkembang dan mendapatkan perhatian.
"Kami berharap Desa Lubuk Resam dapat menjadi salah satu destinasi unggulan di Provinsi Bengkulu, dan menjadi magnet bagi wisatawan luar daerah untuk berkunjung ke Seluma," harap Gupardi.
Dengan keindahan alam dan potensi wisata yang melimpah, Desa Lubuk Resam semakin layak menjadi tujuan wisata yang patut diperhitungkan di Provinsi Bengkulu.
Editor: Redaktur TVRINews
