
Penulis: Ama Boro Huko
TVRINews, Flores Timur
Gunung Api Ile Lewotolok yang berada di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi untuk pertama kalinya pada awal Februari 2026. Tinggi kolom abu teramati mencapai kurang lebih 200 meter di atas puncak gunung atau sekitar ±1.623 meter di atas permukaan laut.
Berdasarkan laporan resmi Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok, erupsi terjadi pada Rabu, 4 Februari 2026, pukul 08.33 WITA. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan condong ke arah timur.
Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 3,3 mm dan durasi sekitar 41 detik. Saat ini, status aktivitas Gunung Api Ile Lewotolok berada pada Level III (Siaga).
PVMBG merekomendasikan agar masyarakat yang tinggal di sekitar gunung, serta pengunjung, pendaki, dan wisatawan, tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung api.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi bahaya guguran atau longsoran lava serta awan panas yang berpotensi terjadi di sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Api Ile Lewotolok.
Pihak PVMBG juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker sebagai alat pelindung mulut dan hidung, serta perlengkapan lain guna melindungi mata dan kulit dari paparan abu vulkanik. Hal ini penting untuk menghindari gangguan pernapasan seperti ISPA. Masyarakat juga diminta untuk selalu memperhatikan sumber air minum dengan menutup rapat tempat penampungan air bersih agar tidak terkontaminasi abu vulkanik.
Editor: Redaksi TVRINews
