
Penulis: Margolaras
TVRINews, Yogyakarta
Program pembangunan nasional Jembatan Garuda yang dilaksanakan serentak di wilayah Kodam IV/Diponegoro telah dimulai. Salah satunya berada di wilayah Kodim 0729 Bantul.
Dari rencana pembangunan 11 Jembatan Garuda di Bantul, Jembatan Garuda Manding menjadi proyek pertama yang dikerjakan.
Danramil 01 Bantul, Mayor Caj (K) Rr. Sri Mangestu, mengatakan bahwa sejak peletakan batu pertama pada 31 Maret 2026, progres pembangunan kini telah memasuki tahap pengecoran pondasi utama untuk tiang penyangga seling jembatan gantung.
Pada tahap ini, pekerjaan dilakukan secara gotong royong oleh personel Kodim 0729 Bantul bersama warga setempat. Proses pengecoran menjadi salah satu pekerjaan berat dalam pembangunan jembatan gantung ini, sehingga membutuhkan banyak tenaga untuk menyelesaikannya.
Mayor Caj (K) Rr. Sri Mangestu mengatakan, pembangunan jembatan ini sangat dinantikan masyarakat.

“Pembangunan jembatan gantung ini memang sangat ditunggu oleh masyarakat yang tentunya adanya jembatan gantung nanti sangat bermanfaat karena ada beberapa akses yang sangat diperlukan oleh masyarakat, antara lain beberapa sekolah yang ada di seberang barat maupun timur kemudian untuk akses perekonomian akan lebih enak dan lancar,” ujarnya, 6 April 2026.
Jembatan Garuda Manding sebelumnya merupakan jembatan swadaya masyarakat yang putus dan rusak akibat diterjang banjir Sungai Winongo saat bencana Badai Cempaka pada 2017 silam.
Sejak saat itu, akses warga terputus selama bertahun-tahun dan belum dapat dibangun kembali secara mandiri. Hingga akhirnya, pembangunan jembatan ini direalisasikan melalui program nasional Jembatan Garuda yang diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Jembatan Garuda Manding nantinya akan menjadi akses penghubung antara Kelurahan Trirenggo dan Kelurahan Sabdodadi, Bantul.
Editor: Redaksi TVRINews
