Penulis: Azam Afnan
TVRINews Jambi
Nasib Petani padi di Kabupaten Muaro Jambi seolah tak ada hentinya terombang ambing. Pada musim tanam awal tahun lalu, para Petani digempur la nina hingga menyebabkan musim tanam mundur karena sawah terendam banjir.
Bahkan mirisnya, sebagian Petani yang telah menanam harus menerima kenyataan pahit gagal panen. sementara pada musim panen tahun ini, lahan petani malah di landa kemarau.
Sebagian Petani menangis karena padi yang mereka tanam terancam fuso atau gagal panen. Seperti lahan persawahan di Desa Rengas Bandung Kecamatan Jaluko Muaro Jambi.
Puluhan hektare tanaman padi mengalami kekeringan, bahkan padi yang berumur 3 bulan rusak akibat diserang hama walang sangit dan burung. Sehingga padi yang hampir siap panen, kini kondisinya menjadi putih dan sebagian tidak berisi karena diserang hama.
”Tanaman padi yang berusia 4 bulan mulai dipanen meski kondisi tanaman yang kurang subur karena serangan hama dan dampak musim kemarau. biasanya satu tumbuk lahan persawahan mampu menghasilkan 10 karung, namun kini diperkirakan hanya 3 sampai 4 karung.” Ungkap salah seorang Petani bernama Eliyah, Rabu, 11 September 2024.
Para Petani berharap Pemerintah Provinsi Jambi dapat memberikan solusi agar mereka dapat lebih semangat dalam meningkatkan hasil pertanian, tanpa terkendala musim untuk memenuhi kebutuhan pangan terutama di Kabupaten Muaro Jambi.
Editor: Redaktur TVRINews
