
Bulog Serap Ribuan Ton Gabah, Rahasia di Balik Panen Raya Paser Terungkap
Penulis: Nasrullah Ahmad
TVRINews – Kalimantan Timur
Target Cuma 1.500 Ton, Bulog Paser Tembus 5.000 Ton Lebih, Langkah Strategis Jaga Ketahanan Pangan Nasional
Di tengah tantangan stabilitas pangan nasional, sebuah kabar menggembirakan datang dari Kalimantan Timur. Perum Bulog Kantor Cabang Paser berhasil mencatatkan sejarah kecil namun berdampak besar dengan menyerap lebih dari 5.000 ton gabah kering panen (GKP) dari para petani di Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU).
Angka ini bukan sekadar pencapaian teknis, tetapi mencerminkan keberhasilan strategi pangan yang menyentuh langsung kehidupan petani lokal. Kepala Bulog Kanca Paser, Muhammad Mukhlis, mengungkapkan bahwa capaian tersebut jauh melampaui target awal, yakni hanya 1.500 ton setara beras.
"Hingga 22 April 2025, kami telah menyerap 177 persen dari target gabah. Jika dikonversi ke bentuk beras, realisasinya sudah mencapai 155 persen," kata Mukhlis saat dikonfirmasi pada Kamis (24/4/2025).
Penyerapan ini bukan hanya soal angka, tetapi bagian dari misi besar mendukung Program Asta Cita yang menargetkan swasembada dan ketahanan pangan nasional. Menariknya, meski target telah terlampaui, Bulog tidak berhenti. Justru mereka terus melanjutkan serapan gabah secara simultan, mengikuti ritme musim panen di berbagai kecamatan di Paser.
Dari empat kecamatan yang sudah tersentuh program ini, sebanyak 700 ton gabah telah berhasil dikumpulkan. Jumlah tersebut bahkan diprediksi meningkat hingga 2.500 ton dalam waktu dekat.
Pencapaian ini tak lepas dari kolaborasi yang apik antara Bulog dengan berbagai elemen lapangan—mulai dari Babinsa, petugas penyuluh Dinas Pertanian, hingga tim survei kualitas independen. Selain memastikan mutu gabah sesuai standar, mereka juga aktif memberikan edukasi langsung kepada para petani agar hasil panen tidak hanya banyak, tapi juga memenuhi kualitas yang diharapkan.
Sinergi ini menjadi contoh nyata bagaimana kerja kolektif dapat membuahkan hasil strategis bagi masa depan pangan Indonesia. Bagi para petani, ini bukan sekadar panen raya, tapi momentum emas untuk mengangkat kesejahteraan mereka.
Baca Juga: Calon Jemaah Haji Kaltim Dibagi dalam Dua Gelombang Keberangkatan
Editor: Redaktur TVRINews
