Penulis: Amiruddin
TVRINews, Sulsel
Ratusan lukisan Kaligrafi Lontara karya siswa- siswi Sekolah Dasar dan SMP di Kota Parepare, dipamerkan dalam pameran Seni Pangadereng. Pameran seni Kaligrafi Lontara yang dinamai dengan Pangadereng ini digelar di wisata alam kebun raya Jompie, Soreang Kota Parepare, dimulai 15-17 Desember 2023.
Dalam pameran tersebut panitia mengangkat beberapa tema penting diantaranya tentang maritim,bahasa dan sastra, bumbu dapur, makanan tradisional dan peralatan dapur, serta pakaian adat. Menurut panitia pameran ini bertujuan untuk menjaga dan melestarikan budaya Bugis Makassar.
Panitia pameran, Syahrani Said, mengatakan, pameran Seni Kaligrafi Lontara ini memamerkan hasil karya dari para siswa-siswi SD, SMP se-Kota Parepare.
“Ini adalah hasil karya dari para siswa-siswi SD, SMP se-Parepare, yang berjumlah 12 sekolah. Karya ini merupakan karya partisipatif dan juga dipantau beberapa fasilitator dan juga teman-teman tim kerja mendisplay atau memamerkan pameran,” kata Syahrani, saat ditemui di lokasi pameran, Sabtu, Desember 2023.
“Kami berharap melalui kegiatan ini memberikan banyak inspirasi kepada seluruh siswa atau kepada pihak-pihak dan juga konsentrasi terhadap kegiatan-kegiatan kebudayaan semoga bisa memberi banyak manfaat,” harap Rani sapaannya.
Salah satu pengunjung, Murniati, mengungkapkan, kegiatan tersebut dinilai sangat positif karena dapat memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkarya dan melestarikan budaya.
“Pameran ini saya rasa sangat positif, karena disini (kegiatan pameran) kita bisa melihat bagaimana anak-anak kita berkarya bukan hanya sekedar berkarya tetapi bisa melestarikan budaya,” ungkapnya.
“Karena adanya pameran ini anak-anak kita mungkin yang merasa bahwa bahasa daerah itu sudah ketinggalan zaman sudah kuno, tapi dengan adanya kegiatan seperti ini mereka termotivasi kembali, untuk menggalakkan bahasa daerah itu adalah sesuatu yang keren,” tandasnya
Pameran yang dibuka mulai 15 hingga 17 Desember, antusias para warga mengunjungi pameran tersebut, sebagai ajang edukasi dan inspiratif.
Selain pameran lukisan, beberapa permainan tradisional juga ditampilkan dalam pameran tersebut.
Editor: Rina Hapsari
