
Percepat Pemulihan Pascabencana di Aceh, Pemerintah Bangun 57 Titik Sumur Bor Baru
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Banda Aceh
Pemerintah terus mendorong percepatan pemulihan layanan dasar di Aceh pascabencana dengan fokus utama pada penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor di berbagai wilayah terdampak.
Melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Aceh melakukan pengeboran di 57 titik sumur yang tersebar di Kabupaten Aceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Bener Meriah. Pekerjaan ini melengkapi 24 titik sumur bor yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I.

Saat ini progres di lapangan bervariasi, mulai dari tahap mobilisasi alat hingga beberapa titik yang telah selesai dan langsung dimanfaatkan oleh masyarakat.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendesak karena berdampak langsung pada kesehatan dan aktivitas warga di wilayah terdampak.
“Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar, terutama air bersih. Fasilitas ibadah, layanan kesehatan, dan hunian sementara harus segera berfungsi normal agar warga bisa kembali beraktivitas dengan aman dan layak,” kata Menteri Dody dalam keterangannya, Selasa 13 Januari 2026.
Di Kabupaten Aceh Tamiang, lima sumur bor dangkal telah rampung di sejumlah fasilitas kesehatan dan rumah ibadah seperti Puskesmas Karang Baru dan Masjid Babul Falah. Sementara itu, pembangunan sumur bor dalam masih berlanjut, dengan pengeboran terdalam mencapai 85 meter di Puskesmas Bendahara.
Untuk wilayah Kabupaten Pidie Jaya, beberapa sumur dangkal telah selesai digunakan masyarakat di lokasi hunian sementara (huntara) dan sejumlah meunasah. Pembangunan sumur bor dalam juga terus dikebut di kompleks kedinasan dan area huntara lainnya.
Sementara di Kabupaten Bener Meriah, pembangunan sumur bor dalam menghadapi tantangan kondisi geografis. Pengeboran aktif saat ini dilakukan di Huntara Desa Tunyang dan Dusun Sejahtera, sementara lokasi lainnya masih dalam tahap survei serta kajian geolistrik untuk memastikan titik sumber air yang tepat.
Editor: Redaksi TVRINews
