Penulis: Dedi Siswanto
TVRINews, Lampung
Sekolah berdinding geribik di Lampung Utara ternyata tidak hanya di ada di Kecamatan Bunga Mayang, tetapi juga ada di Kecamatan Abung Semuli. Mirisnya ruang belajar berdinding geribik itu justru hasil dari swadaya masyarakat sekitar.
SD Negeri 2 Sidorahayu, Desa Sidorahayu, Kecamatan Abung Semuli, Lampung Utara, inilah sekolah yang ruang kelasnya masih terbuat dari geribik.
Ruang itu digunakan untuk siswa kelas empat.
Kondisi geribik telah rusak, lantainya hanya beralaskan semen dan terlihat kumuh. ditengah kemajuan jaman dan anggaran pedidikan yang besar, masih terdapat ruang belajar yang tidak layak.
Lebih mencengangkan, ruang belajar tersebut bukan dibangun instansi terkait, justru swadaya masyarakat sekitar. Dengan jumlah kelas yang terbatas, siswa kelas 1 bergantian dengan siswa kelas 2. Adapun kelas 3 para siswa belajar di gedung perpustakaan.
Sedangkan siswa kelas 5 dan 6 menggunakan dua ruangan yang tersisa. Kondisi ini sangat dikeluhkan oleh siswa dan guru sekolah tersebut karena telah berlangsung cukup lama.
Salah seorang siswi Heliya merasa takut ketika sedang belajar terjadi hujan dengan angin kencang. Iya dan rekannya khawatir ruangan yang mereka tempati untuk menimba ilmu, rubuh tersapu angin.
“Sekolah tersebut hanya memiliki tiga kelas, sehingga muridnya harus bergantian belajar, karena ruang belajar tidak cukup,” ujar Faragustina, salah seorang guru SD Negeri 2 Sidorahayu.
Para guru dan siswa berharap pemerintah bisa memperhatikan sekolah ini, demi memperlancar proses belajar mengajar.
Baca Juga : Hentikan Ekspor Nikel, Presiden Jokowi: Pemerintah Tidak Akan Hentikan Hilirisasi Industri
Editor: Redaktur TVRINews
