
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob di Sejumlah Wilayah NTT
Penulis: Ama Boro Huko
TVRINews, NTT
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau rob di sejumlah wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam keterangan resminya pada Kamis, 16 April 2026, BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi pesisir Pulau Flores-Alor, pesisir Pulau Sumba, pesisir Pulau Sabu-Raijua, hingga pesisir Pulau Timor-Rote.
BMKG Maritim Tenau Kupang menjelaskan bahwa fenomena banjir pesisir ini dapat memengaruhi berbagai aktivitas masyarakat, khususnya di wilayah pelabuhan dan permukiman pesisir. Aktivitas seperti bongkar muat di pelabuhan, kegiatan warga di kawasan pesisir, hingga usaha tambak garam dan perikanan darat berpotensi terganggu.
Masyarakat pun diminta untuk tetap siaga dalam mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut serta rutin memantau informasi cuaca maritim terbaru yang dikeluarkan BMKG.
Potensi banjir rob ini dipicu oleh fenomena alam berupa fase bulan baru yang terjadi pada 17 April 2026 serta fase perigee yang diperkirakan berlangsung sekitar 19 April 2026. Kedua fenomena tersebut berkontribusi pada peningkatan ketinggian muka air laut secara signifikan.
Selain itu, berdasarkan analisis data prediksi pasang surut, kondisi cuaca, dan kecepatan angin, dinamika pesisir di wilayah NTT juga turut memengaruhi kemungkinan terjadinya banjir rob.
Sebagai informasi, banjir pesisir atau rob merupakan peristiwa naiknya permukaan air laut hingga menggenangi daratan di wilayah pantai.
Kondisi ini umumnya disebabkan oleh pasang air laut yang tinggi, yang dalam beberapa kasus dapat diperparah oleh curah hujan tinggi, sehingga menyebabkan genangan di area pesisir.
Editor: Redaksi TVRINews
