Penulis: Melky
TVRINews, Maluku
Perum Bulog Kanwil Maluku dan Maluku Utara berencana mendatangkan sebanyak 4850 ton beras asal Vietnam pada tanggal 27 September nanti. Cadangan Beras Pemerintah di Gudang Bulog Wilayah Maluku Dan Maluku Utara sebanyak 3400 ton. Sementara cadangan beras untuk kota tual berjumlah 2300 ton. Dalam waktu dekat juga akan didatangkan lagi tambahan 2600 ton untuk Kota Tual.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kantor Wilyah Perum Bulog Maluku dan Maluku Utara, Saldy Aldrin yang menyebut bahwa pihaknya setiap bulan harus menyedian beras cadangan sebanyak 1800 ton. Beras cadangan ini nantinya disalurkan ke Mitra Bulog.
“Kami perum Bulog selain dari Ambon ini mengikuti aturan dari pusat mau menyalurkan satu mitra atau penyalur itu dua ton selain itu kita juga harus menjaga cadangan beras kita cukup sampai minimal kapal impor kita tiba jangan sampai begitu kita jual sekarang, habis pak , nanti stok yang buat kita 5o kilo dan 10 kg ntuk cadangan pangan itu akan berkurang maka akan lebih berbahaya bagi kita , ya kan gitu kan ini kan pembantuan pemerintah yang 10 kg kepada per kepala keluarga harus wajib disalurkan di bulan September,” ungkap Saldy Aldrin
Saldy menyampaikan bahwa pihaknya tengah menunggu kedatangan 4000 ton lebih beras asal Vietnam tersebut yang nantinya akan didistribusikan Bulog ke mitra yang telah ditentukan yaitu masing-masing sebanyak 2 ton. Namun rata-rata pedangan tidak mau dengan jumlah tersebut mereka ingin mendapatkan jatah lebih dari 2 ton.
“Kita sambil menunggu tanggal 27 nya akan masuk stok yang harus untuk cadangan pangan itu, itu yang harus kita salurkan dulu ke kemitra-mitra kami, dan ini kan besarannya sudah ditentukan kantor pusat Bulog itu maksimal setiap toko itu maksimal 2 ton pak pengambilan, namun pedagang-pedagang ini rata-rata tidak mau seperti itu mereka maunya dengan jumlah ya yang lebih besar,” ucapnya.
Sementara disi lain Bulog juga harus mengatur beras untuk cadangan dan bantuan pangan bagi masyarakat. Menurut Kepala Perum Bulog, beras bulog yang saat ini diminati masyarakat yaitu jenis beras medium SPHP ukuran 5 kg dan 50 kilogram.
Menurutnya, kendati harga beras naik di pasaran namun masyarakat lebih meminati beras jenis medium atau SPHP. Hal ini lantaran beras tersebut lebih murah dan berkualitas. Saat ini harga beras medium naik dari Rp 8.900/Kg menjadi Rp 10.550/ Kg.
Editor: Redaktur TVRINews
