
Penulis: Riwandi
TVRINews – Kota Banjarbaru
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menetapkan penanganan banjir sebagai salah satu fokus utama dalam perencanaan pembangunan tahun 2026–2027. Hal ini disampaikan Gubernur Muhidin dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Sejumlah langkah strategis disiapkan untuk mengatasi persoalan banjir di berbagai daerah. Di Kota Banjarmasin, pemerintah akan melakukan pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan, terutama di kawasan Muara Alalak.
Sementara itu, di wilayah Tabalong dan Hulu Sungai Utara, direncanakan pembangunan sodetan sungai yang akan mengalirkan air menuju Sungai Barito. Upaya serupa juga dilakukan di Hulu Sungai Selatan melalui pengerukan endapan lumpur di sejumlah aliran sungai.
Untuk wilayah Kabupaten Banjar, pemerintah menyiapkan pembangunan Bendungan Riam Kiwa sebagai bagian dari solusi jangka panjang pengendalian banjir. Proyek tersebut telah memasuki tahap persiapan, termasuk penganggaran pembebasan lahan.

“Dari balai sudah menyiapkan 150 miliar untuk pembebasan lahan. Desain sudah ada lalu kita akan membangun bendungan Riam Kiwa,” jelas Muhidin
Selain penanganan banjir, pemerintah provinsi juga menyiapkan pembangunan stadion olahraga dengan skema multi years yang ditargetkan selesai pada 2028. Di sektor infrastruktur, pembebasan lahan jalur tengah Mali-Mali menuju Tabalong mulai dilakukan guna mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur lama, terutama saat pelaksanaan event besar di daerah tersebut.
Melalui sejumlah program ini, pemerintah berharap pembangunan di Kalimantan Selatan dapat berjalan lebih terarah, sekaligus menjawab persoalan mendasar yang selama ini dihadapi masyarakat, khususnya terkait banjir dan infrastruktur.
Editor: Redaksi TVRINews
