
Penulis: Clifa Patria
TVRINews, Jambi
Kabupaten Tanjung Jabung Timur terus memantapkan langkah menuju pasar internasional. Kecamatan Nipah Panjang kini resmi menjadi pintu gerbang ekspor komoditas kelapa hasil perkebunan petani lokal ke Malaysia.
Aktivitas ekspor yang sudah berlangsung sejak Juli 2023 ini menjadi angin segar bagi pergerakan ekonomi daerah. Selain dikenal sebagai wilayah penghasil hasil laut, Tanjung Jabung Timur juga memiliki potensi besar di sektor perkebunan, terutama kelapa dalam.
Sebelumnya, petani harus menempuh jalur distribusi lebih panjang dengan mengirim kelapa melalui pelabuhan di Provinsi Riau. Namun kini, ekspor dapat dilakukan langsung melalui Pelabuhan Nipah Panjang, sehingga memangkas rantai distribusi dan memberikan keuntungan lebih besar bagi petani.
Kepala Pos Pelabuhan Kecamatan Nipah Panjang, Poniran, menyebutkan bahwa intensitas pengiriman kelapa ke Malaysia tergolong tinggi setiap bulan.
“Dalam satu bulan, volume kelapa yang dikirim ke Malaysia berkisar antara 1.200 hingga 1.500 ton,” jelas Poniran.
Dari sisi administrasi, pemerintah daerah telah menetapkan biaya retribusi bongkar muat di pelabuhan sebesar 30 ribu rupiah untuk setiap kapal dalam durasi 24 jam.
Dengan berjalannya aktivitas ekspor ini secara berkelanjutan, diharapkan kesejahteraan petani meningkat dan pendapatan asli daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur semakin bertambah. Potensi ini sekaligus menjadikan Kecamatan Nipah Panjang sebagai harapan baru dalam pengembangan sektor perkebunan di Provinsi Jambi.
Editor: Redaktur TVRINews
